iPhone second internasional, beli ngga?

Ingin punya iPhone tapi dana terbatas? iPhone 6S dengan kapasitas 64 Gb cuma 3,5 jutaan? Bisa, tapi namanya high return, high risk juga. Coba saya jelaskan.

Barang bekas

Dengan harga segitu tentunya bukan merupakan barang baru, namun barang bekas. Barang yang sudah dipakai sama orang diluar negeri sana.

Tidak ada garansi

Bila ada toko yang menyatakan bahwa bahwa akan ada ‘garansi toko’ abaikan saja, anggap saja itu iPhone tidak ada garansinya. Berarti kita harus memilih toko dan barang yang yakin banget.

Bisa benar-benar barang second, atau refurbish

Ada dua tipe untuk iPhone second, pertama itu benar merupakan barang yang sudah dipakai orang lain diluar sana atau merupakan barang orang yang rusak, diperbaiki secara resmi (atau tidak resmi), namun tidak dipakai lagi atau dijual.

Aksesoris non ori

Jangan mengharapkan aksesoris seperti charger dan kabel merupakan barang orisinal aslinya. Karena kemungkinan besar tidak mungkin, karena itu dimana pedagang mengambil untung. Akan bisa mendapatkan aksesoris ori bila merupakan iPhone second garansi lokal, itupun kalau penjual nya tidak cari untung juga.


Lalu bagaimana untuk mendapatkan iPhone second yang aman?

Sebenarnya tidak ada yang benar-benar aman, namun ini ada beberapa cara untuk memastikan produk iPhone second internasional yang kamu beli itu layak pakai dan tidak malah bikin kecewa

  • Pastikan penjual terpercaya

Bila melalui toko online perhatikan rating dari penjualnya, juga dari review produknya. Apakah ada yang komplain, ada yang kecewa. Perhatikan jumlah penjualannya apakah banyak. Karena yang biasa tipu-tipu adalah yang baru jualan beberapa barang.

  • Harga yang wajar

Harga tidak bisa menipu, tidak mungkin iPhone 6S dijual 1 juta misalnya. Jadi lihat harga barang dari penjual lain apakah banyak yang diharga itu, baru pilih yang paling cocok. Hati-hati pula dengan barang iPhone mirip-mirip (HDC) yang kadang kasi harga murah banget

  • Lihat diskripsi

Baca diskripsi, kalau saya misal lihat diskripsi yang cuma spek aja langsung saya tutup. Buat diskripsi aja cuma copy paste gimana mau serius jualan.

Lihat semua detail diskripsi agar mengerti apa kelebihan barang yang dia jual, apa kelemahannya. Misal, aksesoris OEM, kualitas kemulusan 95%/98%.

Kalau ngga yakin, tinggalkan penjualnya

  • Jauhi barang refurbish

Memang tidak ada yang bisa memastikan barang itu beneran second atau barang refurbish. Tapi menyambung dari diskripsi penjual dan diskusi barang biasanya akan ketahuan itu barang benar second atau refurbish.

Kalau saya menghindari barang refurbish kecuali yang benar-benar refurbish dari apple (masih segel).

  • Main ke toko offine

Walau sekarang enak banget buat belanja online, ngga salah juga untuk cek di toko offline. Kadang tidak semurah toko online tapi ada yang mendekati kok. Jadi tetep cek harga online dulu buat bahan nawar ke toko offline.

Keuntungannya bisa cek fisik dulu, ngga cuma 95% 98%. Memastikan semua fitur jalan dan tidak ada cacat.

  • Bonus, garansi penjual

Seperti yang saya bilang tadi memang garansi ini bisa dianggap tidak ada, namun bila menemukan penjual yang kooperatif bila ada barang yang dia jual tidak sesuai bisa dibantu service atau ditukar itu sebagai bonus. Ini biasanya tertera di diskripsi.


Jadi sebenarnya kalau yakin dan baca semua detail dari penjual saya yakin kamu tidak akan tertipu, apalagi di layanan marketplace online menggunakan rekening bersama yang apabila tidak sesuai uang tidak langsung masuk ke rekening penjual.

THR masih sisa dan mau beli iPhone keren dengan harga murah? mungkin bisa dicoba second internasional.

*Cover Photo by Tyler Lastovich on Unsplash

Leave a Reply

%d bloggers like this: