# Review Zenbook 14 Flip OLED (UN5401QA): Tipis, pakai prosesor Ryzen 9, harga 15 juta


Bukan laptop gaming atau laptop yang mempunyai grafik dedicated. Keputusan
beli laptop tahun 2023 ini jatuh kepada Asus ZenBook 14 Flip OLED (UN5401QA).

![](__GHOST_URL__/content/images/2023/03/IMG_6751.jpeg)

# Kenapa saya tertarik dengan laptop ini?

Pertama, sebenarnya karena saya memang mencari laptop tipis ringan 2in1.
Sebelumnya saya pakai Nitro 5 itu beratnya di atas 2 kg dan itu berat banget.
Belum lagi ditambah dengan _charger_ -nya yang gede. Karenanya kali ini saya
mencari dengan berat di bawah 1.5 kg.

Terbiasa menggunakan laptop ringan di tempat kerja yang itu enak banget.
Masalah main game, saat ini saya sudah memakai Xbox Series S dan Steam Deck,
jadi ya kalau mau main game yang berat maka akan pakai Xbox, kalau mau dibuat
keluar rumah ya pakai Steam Deck.

Kedua, laptop harus memiliki kekuatan prosesor atau grafik yang cukup, bukan
prosesor dari seri rendah daya. Saya pernah menggunakan laptop dengan seri
prosesor hemat daya (seri U), ketika terhubung ke listrik performanya masih
baik. Namun ketika tidak terhubung ke listrik, performanya menurun drastis.
Padahal seri U-nya adalah kelas i7. Bayangkan jika seri yang dipilih adalah
kelas yang lebih rendah. Jadi, jika ingin performa yang baik meski sedikit
mengorbankan daya baterai, jangan memilih laptop dengan prosesor seri U.

Laptop ini diotaki oleh prosesor seri tinggi Zen 3 untuk laptop yaitu Ryzen 9
5900HX. Di dalamnya ada 8 core, 16 thread. Itu uda prosesor keren ketika
keluar 2021 lalu, dan saat ini sih masih dirasa kuat.

![IMG_6754.jpeg](__GHOST_URL__/content/images/2023/03/IMG_6754.jpeg)

Prosesor AMD saat ini semuanya menggunakan performance core, tidak seperti
Intel yang dibagi _performance core_ dan _efficiency core_. Berarti adalah,
semua _core_ -nya bisa dimanfaatkan maksimal. Banyak dipakai di laptop gaming
seperti Sitrix, jadi kekuatan processor itu uda ngga diragukan lagi. Apalagi
laptop ini mempunyai dua fan untuk mengeluarkan panas. Jadi mengurangi
kemungkinan adanya _throttling_.

Memang ada pengaruhnya terhadap baterai, tidak seirit yang mempunya
_efficiency core_. Namun, AMD Zen 3 terkenal dengan efisiensi penggunaan
dayanya. Meskipun menggunakan seluruh performance core, daya baterai bisa
bertahan cukup lama. Saya baru saja membeli laptop ini dan belum memilikinya
selama seminggu. Nanti, setelah penggunaan jangka panjang, saya akan update
kembali.

Ngga ada pilihan laptop tipis dengan _dedicated graphic card_ diharga ini.
Memang ada ROG Flow X13, tapi sampai dengan saya beli harganya masih 23 juta
ke atas. Memang ada yang di bawah itu tapi itu tidak menggunakan GPU Dedicated
seperti ZenBook 14 Flip OLED ini. Jadi dengan body setipis ini dan berat hanya
1.4 kg saya rasa itu sudah cukup menarik tanpa dedicated graphic.

Pilihannya mengerucut menjadi tanpa GPU tapi bisa FLIP dan TOUCH, atau pakai
GPU RTX tapi ngga bisa FLIP dan TOUCH. Sayangnya ngga bisa pilih dua-duanya di
range harga ini. Kalau mau dua-duanya naik ke harga 23 juta untuk dapat ROG
Flow X13 yang saya ceritakan tadi.

Sebenarnya sempat pilihannya antara ZenBook 14 Flip OLED dan Vivobook Pro 15
OLED yang juga menggunakan prosesor yang sama, pakai OLED dan namun memakai
GPU RTX 3050, sayangnya nilai tambah ZenBook dengan _form facto_ r 2in1 sangat
menggoda.

# Positif

  * Warna Jade Black/Hitam-nya keren. Sebenarnya dari _seller_ -nya cuma tersedia warna Grey, tapi entah kenapa yang dikirim malah warna hitam ini. Dan memang sebenarnya yang dicari ya warna hitam ini.
  * Layar OLED emang ngga ada obat. Keren banget. Kalau kalian sudah terbiasa pakai layar OLED di ponsel, maka punya layar OLED di ukuran yang lebih besar itu sangat memanjakan mata sekali. Mungkin next OLED di TV kali ya. Apalagi layar OLED ini sudah mendukung _refresh rate_ 90hz. Makin mulus dah itu pergerakan dilayar.

![IMG_6753.jpeg](__GHOST_URL__/content/images/2023/03/IMG_6753.jpeg)

  * Fan keluar berada di samping kanan kiri. Sehingga ketika laptop di pangkuan tidak akan terasa panas.

![IMG_6748.jpeg](__GHOST_URL__/content/images/2023/03/IMG_6748.jpeg)

# Minus

  * Menurut saya, tombol home, page up, dan page down yang terpisah di sebelah kanan dari tombol lainnya tidaklah berguna. Tombol-tombol tersebut biasanya difungsikan dengan menggunakan shortcut FN, tetapi sekarang memiliki tombol tersendiri seperti keyboard full keys. Tombol home yang dekat dengan backspace juga sering tertekan tanpa sengaja.

![IMG_6749.jpeg](__GHOST_URL__/content/images/2023/03/IMG_6749.jpeg)

  * Membuka hinge laptop ini cukup sulit, mungkin karena tidak ada tonjolan di bagian layar untuk membukanya, atau mungkin cekungan di bagian *keyboard-*nya tidak cukup dalam.

![IMG_6752.jpeg](__GHOST_URL__/content/images/2023/03/IMG_6752.jpeg)

  * Klik kiri pada touchpad sering tertekan sendiri jika kita mengangkat laptop pada bagian kiri touchpad atau jika digunakan sebagai tatakan ketika mengetik dengan laptop dipangku. Saya sudah menanyakan hal ini ke layanan ASUS, namun belum mendapat jawaban.

* * *

Dengan bentuk dan ketipisan seperti ini, pada dasarnya ini adalah versi lain
dari Flow X13 tanpa GPU tambahan dan layar OLED. Walaupun demikian, meskipun
tidak ada tambahan GPU tambahan, laptop ini masih memiliki performa yang
sangat baik dalam menjalankan aplikasi dan game medium.

Selain itu, layar OLED yang luar biasa buat menonton video dan menjalankan
aplikasi menjadi menyenangkan. Tidak hanya itu, laptop ini juga dilengkapi
dengan baterai yang cukup awet. Kesimpulannya, walaupun tanpa _dedicated GPU,_
bentuk dan ketipisannya yang sama dengan Flow X13, bentuk 2in1, layar OLED,
dan performa oke. Laptop ini bisa dipilih untuk mencari laptop tipis di harga
15 juta.

Lokasi beli:

[**Tokopedia**](https://tokopedia.link/uI6PHJcnVyb)

[**Shopee**](https://invl.io/clhxeln)

[**Blibli**](https://invl.io/clhxen0)

![](__GHOST_URL__/content/images/2023/03/IMG_6750-2.jpeg)



