# Tentang pengaturan taksi online di Yogyakarta


Akhir-akhir ini terdengar berita mengenai larangan taksi online di Yogyakarta.
Hal ini diawali dari beberapa permasalahan layanan transportasi di kota lain
seperti di Tangerang. Perseturuan itu merambat ke Yogyakarta dengan pernyataan
dari Plt. Dinas Perhubungan Daerah Istimewa Yogyakarta yang menyatakan akan
memberlakukan larangan layanan taksi online seperti GoCar dan Grab.

[Yogyakarta Segera Punya Pergub Larangan Taksi
Online](https://kumparan.com/jihad-akbar1487918664529/yogyakarta-segera-punya-
pergub-larangan-taksi-online)

Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sultan HB X sendiri mengatakan tidak
sebenarnya tidak ada larangan. Namun akan mengeluarkan peraturan gubernur yang
memang untuk mengakomodasi peraturan pemerintah tentang taksi online ini.

[Sultan: Taksi Online Tidak Dilarang di
Jogja](http://krjogja.com/web/news/read/27018/Sultan_Taksi_Online_Tidak_Dilarang_di_Jogja)

Pemerintah memang akan mengeluarkan peraturan yang berlaku mulai 1 April 2017
nanti. Dimana salah satu poin yang diatur adalah tarif. Tarif diperaturan baru
ini ada batas bawah dan batas atas yang berlaku khusus untuk layanan taksi
online.

[1 April 2017, Aturan Taksi "Online" Mulai
Diterapkan](http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2017/03/14/172452126/1.april.2017.aturan.taksi.online.mulai.diterapkan)

Tarif batas atas dan batas bawah pada peraturan baru itu berada di tangan
pemerintah daerah setempat. Mengingat kebijakan keekonomian yang berbeda antar
satu daerah dengan daerah lain

[Pengaturan Batas Tarif Taksi Online Ada di Tangan
Pemda](http://bisnis.liputan6.com/read/2886915/pengaturan-batas-tarif-taksi-
online-ada-di-tangan-pemda)

Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sultan HB X mengatakan peraturan ini untuk
memberikan keadilan kepada pengusaha taksi terutama di daerah. Sambil menunggu
peraturan daerah mengenai tarif ini berlaku, mari kita lihat bagaimana usaha
taksi konvensional menghadapi persaingan online ini.

Pada wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta terdapat beberapa taksi konvensional
yang menjalankan usahanya. Beberapanya sudah menerapkan pemesanan melalui
aplikasi atau online. Saya ambil dua contoh aplikasi yaitu Saytaxi yang
berkerjasama dengan taksi 373737 (Jas/Citra Taksi) lalu Taxies yang
bekerjasama dengan taksi Pandawa, Indra Kelana, Setia Kawan dan Sadewa.

### [Saytaxi](http://saytaxi.com/)

![null](https://cdn.hashnode.com/res/hashnode/image/upload/v1730255020323/7c634157-5c6b-4bb0-a895-e0954018ad08.png)

![null](https://cdn.hashnode.com/res/hashnode/image/upload/v1730255021572/fa3ef645-d9d3-4950-bcfb-8bce1d397483.png)

![null](https://cdn.hashnode.com/res/hashnode/image/upload/v1730255022966/d5424dc3-80e7-49bd-8440-55664ee3ba60.png)

Aplikasinya sebenarnya cukup lumayan. Sekarang sudah bisa menggunakan
credit/debit card. Namun berdasarkan pengalaman ada beberapa yang kurang dalam
penggunaan dengan sopirnya. Kadang aplikasi tidak digunakan sama sekali oleh
sopir dan mengandalkan argo saja. Bila menggunakan tunai sopir kadang tidak
memberikan kembalian. Ada tarif perkiraan diawal namun belum merupakan tarif
pasti seperti layanan taksi online.

Kalau mau lihat review penggunaan aplikasi ini coba intip halaman aplikasinya
di Google Play Store.

### [Taxies](https://taxies.co.id/)

![null](https://cdn.hashnode.com/res/hashnode/image/upload/v1730255023915/23e5da7a-9d46-4e53-9564-ea90ca33ef3e.png)

![null](https://cdn.hashnode.com/res/hashnode/image/upload/v1730255025464/8782c014-b106-4e41-b981-f07239fae3cc.png)

Aplikasi ini aneh, dulu saya pernah mencoba namun saat saya install kembali
dan ingin login ternyata selalu error. Prinsipnya sama dengan Saytaxi.
Terakhir saya pakai masih hanya bisa menggunakan pembayaran tunai. Perbedaan
dengan Saytaxi adalah karena ini gabungan beberapa perusahaan taksi jadi ada
yang menggunakan sedan dan MPV. Nah di Taxies ini ada pilihan mau naik yang
sedan atau MPV.

* * *

Kedua aplikasi itu saya rasa masih jauh dari apa yang diberikan dari layanan
taksi online. Termasuk dari layanan pengemudinya.

Pengguna taksi online tentunya menginginkan layanan yang memberikan kemudahan,
kepastian dan keamanan. Itulah karenanya muncul layanan transportasi yang
berbasis online.

Bluebird dan Express di Jakarta akhirnya pun tidak melakukan perlawanan lagi
namun dihadapi dengan bergabung bersama.

Bluebird yang pada dasarnya layanannya sudah bagus pun mau berubah untuk lebih
baik, apabila taksi konvensional tidak mau berubah bagaimana pengguna mau
menggunakan layanannya?

Permasalahannya selalu tarif yang lebih murah, padahal tidak. Masalahannya
pada tiga hal tadi yaitu, kemudahan, kepastian dan keamanan. Apakah orang dulu
lebih memilih naik Bluebird karena lebih murah? tidak.



