<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title><![CDATA[devilpenakut]]></title><description><![CDATA[devilpenakut]]></description><link>https://devilpenakut.com</link><image><url>https://cdn.hashnode.com/res/hashnode/image/upload/v1731424795735/899af28b-cd4f-4926-9ccc-96f04ec2b392.png</url><title>devilpenakut</title><link>https://devilpenakut.com</link></image><generator>RSS for Node</generator><lastBuildDate>Sun, 12 Apr 2026 03:18:21 GMT</lastBuildDate><atom:link href="https://devilpenakut.com/rss.xml" rel="self" type="application/rss+xml"/><language><![CDATA[en]]></language><ttl>60</ttl><item><title><![CDATA[SS TRAVELINK: Pendopo on The Road]]></title><description><![CDATA[Ada yang bilang, pulang ke Jogja itu bukan cuma soal tiba, tapi soal perjalanan. Kali ini saya buktikan sendiri naik SS Travelink Jakarta – Jogja Super Eksekutif. Bukan sekadar karena kursinya yang 1-2 (bukan 2-2 yang suka bikin bahu senggol-senggola...]]></description><link>https://devilpenakut.com/ss-travelink-pendopo</link><guid isPermaLink="true">https://devilpenakut.com/ss-travelink-pendopo</guid><category><![CDATA[bus]]></category><dc:creator><![CDATA[Faizal]]></dc:creator><pubDate>Mon, 15 Sep 2025 05:12:37 GMT</pubDate><content:encoded><![CDATA[<p><img src="https://cdn.hashnode.com/res/hashnode/image/upload/v1757912735378/eb752f86-f8c6-4d54-ae9b-da3215954ea1.jpeg" alt class="image--center mx-auto" /></p>
<p>Ada yang bilang, pulang ke Jogja itu bukan cuma soal tiba, tapi soal perjalanan. Kali ini saya buktikan sendiri naik SS Travelink Jakarta – Jogja Super Eksekutif. Bukan sekadar karena kursinya yang 1-2 (bukan 2-2 yang suka bikin bahu senggol-senggolan), tapi juga karena kesan bersih, lega, dan jadwal yang pas buat orang kantoran yang baru kelar kerja.</p>
<p><img src="https://cdn.hashnode.com/res/hashnode/image/upload/v1757912793916/6f71a4af-6e74-4e97-ba7f-607d07921361.jpeg" alt class="image--center mx-auto" /></p>
<p>Berangkat dari Pondok Pinang, lokasi yang strategis banget buat penumpang dari selatan Jakarta. Turun MRT di Lebak Bulus, lanjut ojol, dan voila – udah sampai pool. Hari itu, jadwalnya pukul 18.00, tapi sekitar jam 14.00 agen sudah WA, memastikan semua siap. Sore harinya, jam 17.00 ada reminder lagi, mungkin karena besoknya libur Idul Adha, mereka pengen gaspol lebih cepat biar ngga kejebak macet parah. Benar saja, 17.40 bus sudah berangkat.</p>
<p><img src="https://cdn.hashnode.com/res/hashnode/image/upload/v1757912849634/1c854cb0-7e75-477d-a03b-aae9630c8979.jpeg" alt class="image--center mx-auto" /></p>
<p><img src="https://cdn.hashnode.com/res/hashnode/image/upload/v1757912808782/7f91c32c-78e2-4303-a865-c1e6829f26a2.jpeg" alt class="image--center mx-auto" /></p>
<p>Masuk ke interior, langsung terasa vibe yang berbeda. Perpaduan warna biru, abu-abu, dan coklat bikin adem. Selimut tebal dan bantal kepala sudah nunggu di kursi, siap menemani perjalanan panjang. Konfigurasi kursi 2-1 ini juara, super eksekutif sejati. Kursinya punya leg rest, walau hanya satu bagian, cukup nyaman untuk selonjoran. Yang unik, bus ini tidak punya bagasi di atas kursi. Barang bawaan bisa ditaruh di bagasi bawah atau di area kaki, jadi langit-langit terasa lebih lapang, bikin kabin berasa lega.</p>
<p>Begitu roda mulai bergulir, kru langsung menawarkan pilihan menu makan malam yang nanti akan disajikan di rumah makan. Bus sempat beberapa kali berhenti untuk naik-turun penumpang di Pasar Rebo, Jatiasih, Bekasi Timur, dan Cikarang sekitar pukul 20.50. Setelah itu, perjalanan mulai mulus begitu masuk tol Trans Jawa.</p>
<p><img src="https://cdn.hashnode.com/res/hashnode/image/upload/v1757912897096/be277cdb-5409-4403-9d7b-91ea91c837de.jpeg" alt class="image--center mx-auto" /></p>
<p>Sekitar pukul 23.43, bus masuk ke Rumah Makan Rosin Subang. Di sini makan malam disajikan sesuai menu yang kita pilih sebelumnya. Tempatnya satu area dengan Rosalia Indah, jadi atmosfernya cukup ramai dengan penumpang dari berbagai PO. Selesai makan, saya sempat keluar melihat busnya lebih dekat. Body Tentrem Avante H7 single glass-nya terlihat elegan, dengan livery silver minimalis dan ikon pendopo di sisi bodi. Velg Alcoa Ultra One yang dipakainya bikin bus ini makin premium.</p>
<p><img src="https://cdn.hashnode.com/res/hashnode/image/upload/v1757912908061/b46430d8-97c8-4109-8845-f9b4aeeb9fe6.jpeg" alt class="image--center mx-auto" /></p>
<p><img src="https://cdn.hashnode.com/res/hashnode/image/upload/v1757912926906/88ffae64-edbe-4689-b443-d52086de9138.jpeg" alt class="image--center mx-auto" /></p>
<p>Setelah istirahat, bus melanjutkan perjalanan dengan ritme yang santai tapi mantap. Nyetirnya halus, suspensi empuk, dan nyaris tak ada bunyi-bunyian "kriat-kriet" yang biasanya bikin kepala gatel. Bus keluar di Banyumanik sekitar pukul 04.44 untuk isi solar di SPBU Perintis Kemerdekaan, lalu lanjut lagi masuk tol. Ada satu-dua penumpang yang turun di Semarang atau Bawen, kemudian bus kembali masuk tol di Bawen. Setelah itu keluar lagi di Salatiga untuk mampir Terminal Tingkir, lanjut tol hingga Kartosuro, baru kemudian jalan biasa menuju Yogyakarta.</p>
<p>Menariknya, alih-alih ke Giwangan dulu seperti beberapa review yang saya baca, bus ini belok ke Jombor lebih dulu. Saya turun di Jombor pukul 07.51 – memang agak siang, tapi mengingat lalu lintas mudik Idul Adha yang padat, saya anggap wajar.</p>
<p><img src="https://cdn.hashnode.com/res/hashnode/image/upload/v1757912947230/58d30955-1843-43e2-a77c-8f6c6abffe10.jpeg" alt class="image--center mx-auto" /></p>
<p>Dengan harga tiket Rp360 ribu (sedikit naik dari normal Rp330 ribu), pengalaman ini terasa sepadan. Nyaman, bersih, dan tepat waktu. Plus, pengalaman 2-1 seat yang bikin perjalanan ini berasa privat. SS Travelink benar-benar menghadirkan rasa “pendopo di jalan” – tenang, lapang, dan elegan. Kalau kamu tipe yang suka perjalanan santai tapi tetap pengen nyampe pagi di Jogja, ini pilihan yang wajib dicoba.</p>
<p>Perjalanan panjang ini jadi reminder bahwa naik bus bisa lebih dari sekadar transportasi – bisa jadi pengalaman. SS Travelink bikin perjalanan saya seperti disuguhkan pemandangan Jawa dengan irama yang pas. Tidak terburu-buru, tapi juga tidak terlalu santai. Rasanya seperti Jogja sendiri: adem, kalem, dan bikin nagih untuk diulang.</p>
]]></content:encoded></item><item><title><![CDATA[Pilih yang murah, atau ARM?]]></title><description><![CDATA[Mungkin pilihan ini ngga ada yang kepikiran. Mau yang murah dan cukup, atau yang tahan lama dan modern dengan ARM? Pilihannya antara Axioo Hype 5 (Intel Gen-12) harga 5 jutaan dan ASUS Vivobook 14 A1407Q (Snapdragon X) harga 9 jutaan. Setelah riset d...]]></description><link>https://devilpenakut.com/pilih-yang-murah-atau-arm</link><guid isPermaLink="true">https://devilpenakut.com/pilih-yang-murah-atau-arm</guid><category><![CDATA[axioo]]></category><category><![CDATA[Intel]]></category><category><![CDATA[ARM]]></category><category><![CDATA[Snapdragon]]></category><category><![CDATA[Snapdragonx]]></category><category><![CDATA[ASUS]]></category><category><![CDATA[vivobook]]></category><dc:creator><![CDATA[Faizal]]></dc:creator><pubDate>Wed, 09 Jul 2025 04:26:24 GMT</pubDate><content:encoded><![CDATA[<p>Mungkin pilihan ini ngga ada yang kepikiran. Mau yang murah dan cukup, atau yang tahan lama dan modern dengan ARM? Pilihannya antara Axioo Hype 5 (Intel Gen-12) harga 5 jutaan dan ASUS Vivobook 14 A1407Q (Snapdragon X) harga 9 jutaan. Setelah riset dan membandingkan segala hal dari performa sampai baterai, saya tahu jawabannya. Sekarang giliran kamu yang tahu juga.</p>
<p>Tulisan ini akan bantu kamu melihat pilihan saya. Kita lihat dua hal penting: seberapa kuat prosesornya untuk kerja dan seberapa lama baterainya tahan. Kalau ini poin penting kamu, berarti kita sama.</p>
<h2 id="heading-axioo-hype-5-gen-12-murah-tapi-ngga-murahan">Axioo Hype 5 Gen 12: Murah Tapi Ngga Murahan</h2>
<p><img src="https://cdn.hashnode.com/res/hashnode/image/upload/v1752034584362/a2cb3954-d1bf-43e7-9d4c-fc55660da33e.png" alt class="image--center mx-auto" /></p>
<p>Laptop ini pakai Intel Core i5-1235U. Isinya 10 core: 2 core kencang buat tugas berat, 8 core hemat buat kerja ringan. Cocok untuk kerja sehari-hari seperti browsing, Office, Zoom, dan streaming. Hasilnya? Nggak lemot. Semua berjalan lancar.</p>
<p>Poin tambahnya: ini prosesor x86. Semua aplikasi Windows langsung jalan. Office? Jalan. Zoom? Jalan. Photoshop? Jalan. Bahkan software lama pun aman.</p>
<p>Axioo Hype 5 menggunakan RAM DDR4 dengan kecepatan 3200 MHz. Memang tidak secepat LPDDR5X, tapi masih cukup mumpuni untuk kerja harian dan multitasking standar. Keuntungannya ada di fleksibilitas: kamu bisa upgrade RAM hingga 64 GB. Ini jadi nilai tambah kalau nanti kebutuhan kamu makin berat, misalnya sering buka Excel besar, multitasking dengan banyak aplikasi, atau coba-coba software editing. Buat pengguna yang suka upgrade, Axioo lebih memberi ruang berkembang.</p>
<p>Tapi… ada tapinya. Prosesor ini butuh tenaga. Baterai Axioo Hype 5 cuma 45 Wh. Kalau dipakai kerja ringan, tahan 6–8 jam. Kalau banyak buka tab, atau ikut Zoom sambil multitasking, bisa turun ke 4–5 jam. Artinya kamu butuh colokan sore-sore.</p>
<p>Tapi ini bisa ditambal. Charger-nya pakai USB-C Power Delivery. Bisa ngecas pakai charger HP yang kuat. Ini fleksibel.</p>
<p>Layar Axioo Hype 5 berukuran 15,6 inci Full HD dengan panel IPS. Akurasi warnanya juga nggak tinggi—cakupan sRGB-nya sekitar 59%, dan warna putih cenderung kebiruan. Tapi buat kelas harganya, ini masih bisa dibilang cukup oke. Cocok untuk tugas harian seperti ngetik, browsing, dan nonton. Meski begitu, layarnya jelas kurang pas untuk kerja profesional yang butuh warna presisi. Kabar baiknya, layarnya matte dan ngga silau, jadi tetap nyaman dipakai lama-lama.</p>
<h2 id="heading-vivobook-14-a1407qa-laptop-tenang-tahan-lama-dan-modern">Vivobook 14 A1407QA: Laptop Tenang, Tahan Lama, dan Modern</h2>
<p><img src="https://dlcdnwebimgs.asus.com/files/media/2a75e790-6a88-4847-a49e-acd3ec57c74c/v1/features/images/large/1x/s1/main.jpg" alt /></p>
<p>Laptop ini pakai Snapdragon X. Arsitekturnya ARM, bukan x86. Tapi jangan salah sangka. Performanya cepat. Untuk kerja harian, semua terasa ringan. Aplikasi Office, browser, Zoom, semuanya ada versi ARM-nya. Ngga perlu emulasi untuk itu, tapi memang ada beberapa yang perlu emulasi, bisa di cek di <a target="_blank" href="https://windowsonarm.org/">https://windowsonarm.org/</a> untuk list-nya.</p>
<p>Kelebihan utamanya? Baterai. Besar. Tahan lama. ASUS klaim bisa tahan 19–29 jam. Reviewer bilang 12 jam pun gampang dicapai. Bahkan setelah kerja seharian, baterainya masih sisa. Ini bikin kamu tenang kalau lupa bawa charger.</p>
<p>Dan yang paling terasa? Laptop ini dingin. Sunyi. Ngga panas, ngga berisik. Cocok untuk kerja di cafe, ruang rapat, atau kelas. Ngga ganggu orang.</p>
<p>ASUS membekali Vivobook ini dengan RAM LPDDR5X berkecepatan tinggi—sekitar 8400 MT/s. RAM jenis ini lebih kencang dan hemat daya dibanding DDR4. Hasilnya, aktivitas seperti buka-tutup aplikasi, pindah antar tab browser, atau menjalankan tugas-tugas ringan jadi terasa lebih mulus. Sangat cocok untuk kamu yang sering kerja multitasking ringan tapi butuh respons cepat. Tapi perlu dicatat, RAM ini disolder ke motherboard, jadi ngga bisa di-upgrade. Apa yang kamu beli di awal, itu yang kamu pakai seterusnya.</p>
<p>Tapi tentu ada kelemahan. Karena ini ARM, beberapa aplikasi Windows lama belum tentu jalan mulus. Aplikasi berat seperti Adobe Premiere bisa jalan, tapi performanya nggak maksimal. Emulasi bisa bikin agak lambat. Kalau kamu pakai aplikasi khusus atau berat, harus cek dulu apakah aplikasi itu sudah dukung ARM.</p>
<p>Kalau bicara soal layar, sayangnya ini titik lemah Vivobook. Sama dengan Axioo meskipun panelnya IPS dan resolusinya tinggi (1920x1200, rasio 16:10), akurasi warnanya jauh dari ideal. Tes menunjukkan layar ini hanya mencakup sekitar 66% sRGB dan akurasi warnanya meleset cukup jauh—Delta E-nya sampai 7 lebih. Warnanya terlihat agak pucat, kadang kehijauan. Jadi, kalau kamu kerja di bidang desain atau editing warna, layar ini kurang cocok. Tapi kalau cuma dipakai ngetik, browsing, nonton, atau kerja biasa, tampilannya masih cukup nyaman.</p>
<h2 id="heading-multitasking-berat-siapa-lebih-kuat">Multitasking Berat: Siapa Lebih Kuat?</h2>
<p>Kalau kamu buka 15 tab sambil ngetik dan Zoom, dua-duanya masih bisa. Tapi kalau kamu pakai Photoshop sambil render video dan buka Excel besar, baru kelihatan bedanya.</p>
<p>Intel i5 punya keunggulan karena core kencangnya bisa loncat ke 4.4 GHz. Tugas yang butuh kecepatan tinggi, seperti buka file besar atau pasang filter di foto, lebih cepat di i5. Selain itu, RAM-nya bisa di-upgrade. Kalau kamu suka multitasking berat, Axioo lebih fleksibel.</p>
<p>Snapdragon X punya 8 core seimbang. Semuanya cukup kuat. Tapi ngga ada lonjakan turbo seperti Intel. Jadi performanya lebih stabil, tapi bukan yang tercepat. Dan RAM-nya soldered, ngga bisa upgrade.</p>
<p>Kalau kamu kerja dengan banyak aplikasi ringan sekaligus, Snapdragon X justru unggul. Baterai tetap hemat, performa tetap lancar bahkan tanpa charger, dan suhu tetap adem. Tapi untuk tugas-tugas berat, i5 masih unggul di raw power, tapi ya itu siap-siap charger jangan ditinggal.</p>
<h2 id="heading-software-jalan-semua">Software: Jalan Semua?</h2>
<p>Ini penting. Intel i5 jalanin semua aplikasi Windows. Mau pakai software lama, plugin khusus, atau game ringan? Aman. Kompatibilitas penuh.</p>
<p>Snapdragon X sudah jauh lebih baik. Aplikasi populer sudah ada versi ARM-nya. Tapi tetap, untuk software lama atau khusus, kamu harus cek dulu. Kalau jalan, performanya bisa turun karena harus di-emulasi.</p>
<p>Intinya, untuk kerja standar: Office, Zoom, browser, email, media sosial, dua-duanya aman. Tapi kalau kamu pakai software unik, Intel lebih pasti.</p>
<h2 id="heading-kesimpulan-pilih-yang-mana">Kesimpulan: Pilih yang Mana?</h2>
<p>Kalau kamu butuh laptop:</p>
<ul>
<li><p>Untuk kerja harian</p>
</li>
<li><p>Ngga berat-berat amat</p>
</li>
<li><p>Butuh baterai super awet</p>
</li>
<li><p>Suka laptop yang dingin, ringan, dan ngga ribet</p>
</li>
</ul>
<p>➡️ Pilih ASUS Vivobook 14 (Snapdragon X). Ini laptop masa depan. Tahan lama, tenang, cocok untuk kerja mobile.</p>
<p>Tapi kalau kamu:</p>
<ul>
<li><p>Sering pakai aplikasi berat</p>
</li>
<li><p>Sering multitasking banyak</p>
</li>
<li><p>Butuh fleksibilitas upgrade</p>
</li>
<li><p>Mau yang 100% kompatibel</p>
</li>
<li><p>Dananya terbatas</p>
</li>
</ul>
<p>➡️ Pilih Axioo Hype 5 Gen-12. Ini laptop serba bisa. Murah, cepat, dan aman dipakai untuk semua jenis kerja.</p>
<p>Akhir kata, pilih sesuai kebutuhan. Ngga ada yang salah, yang penting kamu tahu bedanya.</p>
<p>Kalau saya pilihannya ASUS Vivobook 14 karena untuk browsing dan office saja, baterai jauh tahan lama, dan lebih sat-set.</p>
<p>Jadi laptop mana yang lebih cocok untuk buat kamu?</p>
<p><strong>Link beli:</strong></p>
<h3 id="heading-vivobook-14-a1407qa">Vivobook 14 A1407QA</h3>
<p><strong>Blibli:</strong> <a target="_blank" href="https://s.blibli.com/GNtk/18j7jwf6">https://s.blibli.com/GNtk/18j7jwf6</a></p>
<p><a target="_blank" href="https://s.blibli.com/GNtk/18j7jwf6"><strong>Shopee:</strong></a> <a target="_blank" href="https://s.shopee.co.id/4L8FAdrfs1">https://s.shopee.co.id/4L8FAdrfs1</a></p>
<h3 id="heading-axioo-hype-5-gen-12httpssshopeecoid4l8fadrfs1"><a target="_blank" href="https://s.shopee.co.id/4L8FAdrfs1">Axioo Hype 5 Gen 12</a></h3>
<p><a target="_blank" href="https://s.shopee.co.id/4L8FAdrfs1"><strong>Blibli:</strong></a> <a target="_blank" href="https://s.blibli.com/GNtk/ksecjnco">https://s.blibli.com/GNtk/ksecjnco</a></p>
<p><a target="_blank" href="https://s.blibli.com/GNtk/ksecjnco"><strong>Shopee:</strong> https://s.shopee.co.id/1B</a><a target="_blank" href="https://s.shopee.co.id/1BBDOiFMAw">BDOiFMAw</a></p>
]]></content:encoded></item><item><title><![CDATA[Kenapa belum ada prosesor ARM buat desktop PC Windows?]]></title><description><![CDATA[Udah lama ARM jadi perbincangan, apalagi sejak Apple pakai chip M-series dan hasilnya luar biasa. Tapi kenapa di dunia PC Windows, khususnya desktop tradisional (karena untuk laptop sudah ada), prosesor ARM belum dipakai secara luas? Padahal teori bi...]]></description><link>https://devilpenakut.com/prosesor-arm-buat-desktop</link><guid isPermaLink="true">https://devilpenakut.com/prosesor-arm-buat-desktop</guid><category><![CDATA[ARM]]></category><category><![CDATA[desktop]]></category><category><![CDATA[processor]]></category><dc:creator><![CDATA[Faizal]]></dc:creator><pubDate>Wed, 23 Apr 2025 08:03:26 GMT</pubDate><content:encoded><![CDATA[<p>Udah lama ARM jadi perbincangan, apalagi sejak Apple pakai chip M-series dan hasilnya luar biasa. Tapi kenapa di dunia PC Windows, khususnya desktop tradisional (karena untuk laptop sudah ada), prosesor ARM belum dipakai secara luas? Padahal teori bilang ARM lebih hemat daya, lebih dingin, dan performanya makin lama makin gila. Nah, ini dia alasannya, plus apa yang sekarang lagi dikembangkan dan seberapa besar peluang ARM bakal masuk ke desktop Windows dalam waktu dekat.</p>
<h2 id="heading-masalah-utama-kompatibilitas">Masalah Utama: Kompatibilitas</h2>
<p>Windows dibangun di atas fondasi x86—yang berarti hampir semua aplikasi dari dulu sampai sekarang dirancang buat jalan di arsitektur Intel/AMD. Ketika dipaksa jalan di ARM, aplikasinya harus diterjemahkan dulu (<em>emulasi</em>). Proses ini bikin performa drop, apalagi di aplikasi berat. Walaupun Microsoft udah bikin emulator yang makin bagus (termasuk untuk aplikasi x64), tetap aja belum bisa menyamai native speed-nya chip x86.</p>
<p>Ditambah lagi, ngga semua developer aplikasi bikin versi native untuk ARM. Banyak yang masih mengandalkan versi x86, dan akhirnya jalan lambat di ARM. Ini bikin pengalaman pengguna kadang frustrasi.</p>
<h2 id="heading-driver-dan-perangkat-keras-masih-setengah-setengah">Driver dan Perangkat Keras: Masih Setengah-Setengah</h2>
<p>Masalah lain adalah driver. Di dunia Windows, driver itu segalanya. Sayangnya, sebagian besar driver printer, scanner, webcam, sampai mouse gaming, semuanya ditulis untuk x86. Di ARM, driver itu harus diporting ulang. Microsoft memang udah mulai dorong ekosistem ini, tapi faktanya, sampai sekarang masih banyak perangkat yang belum jalan 100% di Windows ARM, terutama untuk enterprise yang punya alat-alat custom.</p>
<h2 id="heading-performanya-baru-sekarang-layak">Performanya Baru Sekarang “Layak”</h2>
<p>Awal-awal, chip ARM di Windows (kayak Snapdragon 835, 850, 8cx Gen 1) performanya ngga bisa ngelawan Intel/AMD. Bahkan untuk browsing dan Office aja kadang masih kerasa lambat kalau bukan aplikasi native. Tapi sekarang Qualcomm udah punya Snapdragon X Elite dengan core kustom "Oryon" dari Nuvia. Klaimnya sih bisa ngalahin Apple M3 dan laptop Intel generasi baru di banyak skenario. Kalau ini terbukti, ini bisa jadi game changer.</p>
<h2 id="heading-ekosistem-masih-terlalu-x86-sentris">Ekosistem Masih Terlalu x86-Sentris</h2>
<p>Satu lagi, ini masalah klasik: developer malas porting aplikasi ke ARM karena penggunanya sedikit, dan pengguna malas beli PC ARM karena aplikasinya sedikit. Lingkaran setan.</p>
<p>Tapi sekarang kondisinya mulai berubah. Chrome udah ada versi ARM, Microsoft Office, Adobe, bahkan beberapa software editing dan AI juga mulai tersedia versi ARM64. Microsoft juga makin serius dukung ARM, bahkan bikin PC dev kit (Project Volterra), dan inisiatif baru “Copilot+ PC” justru dimulai dari ARM.</p>
<hr />
<h2 id="heading-terus-kenapa-intel-amd-belum-bikin-arm">Terus, Kenapa Intel / AMD Belum Bikin ARM?</h2>
<p>Jawaban simpelnya: karena bisnis mereka masih sangat kuat di x86. Intel dan AMD udah punya ekosistem besar, dan kalau mereka dorong ARM terlalu cepat, bisa aja malah makan bisnis mereka sendiri. Walaupun begitu, sekarang AMD kabarnya lagi ngembangin chip ARM buat Windows, dan bakal rilis paling cepat tahun 2025. Intel sih kelihatan belum tertarik masuk pasar ARM client, tapi mereka buka jalur produksi buat chip ARM dari pihak ketiga lewat Intel Foundry Services.</p>
<hr />
<h2 id="heading-pemain-lain-qualcomm-nvidia-mediatek">Pemain Lain: Qualcomm, NVIDIA, MediaTek</h2>
<p>Qualcomm telah menjadi mitra utama Microsoft sejak awal era Windows on ARM. Mereka terus konsisten mengembangkan chip khusus, mulai dari Snapdragon 8cx hingga yang terbaru: Snapdragon X Elite. Prosesor ini menggunakan inti kustom "Oryon" hasil akuisisi Nuvia. Qualcomm mengklaim bahwa Snapdragon X Elite menawarkan performa CPU hingga 2x lebih cepat dibandingkan pesaingnya dan efisiensi daya yang lebih baik.</p>
<p>Sementara itu, NVIDIA juga tidak mau ketinggalan. Mereka sedang mengembangkan prosesor ARM untuk Windows yang dijadwalkan rilis pada kuartal keempat 2025. Chip ini, yang diberi nama N1X, akan menjadi SoC ARM pertama NVIDIA untuk pasar PC Windows dan diharapkan menyasar segmen konsumen kelas atas, termasuk laptop dan desktop berukuran kecil.</p>
<p>MediaTek, yang biasanya bermain di segmen smartphone kelas menengah, juga masuk ke arena ini. Mereka sedang mengembangkan chip ARM khusus untuk Windows, dengan fokus pada laptop yang tipis, ringan, dan terjangkau. Produk pertama mereka diperkirakan akan diluncurkan pada paruh kedua 2025. Chip ini dirancang untuk mendukung aplikasi AI canggih dan diharapkan memenuhi persyaratan minimum Microsoft untuk program Copilot+.</p>
<hr />
<h2 id="heading-microsoft-udah-siap">Microsoft Udah Siap?</h2>
<p>Bisa dibilang iya. Microsoft makin terbuka dan agresif dorong ARM. Mereka tahu masa depan PC itu bakal hybrid: x86 dan ARM bisa jalan bareng, saling isi kekosongan. Apalagi sekarang mereka dorong “Copilot+ PC”—konsep laptop canggih yang bisa jalankan AI secara lokal—dan semua itu dimulai dari ARM (Snapdragon X Elite).</p>
<p>Kalau rencana ini lancar, tahun 2025 bisa jadi tahun di mana ARM beneran mulai masuk ke Windows secara luas. Dan bukan cuma di laptop ringan, tapi bisa sampai ke desktop juga.</p>
<hr />
<h2 id="heading-kesimpulan">Kesimpulan</h2>
<p>ARM belum masuk ke Windows desktop karena kombinasi sejarah panjang x86, masalah kompatibilitas, driver, dan performa yang dulunya belum cukup. Tapi sekarang peta udah berubah. Ekosistem mulai terbentuk, chip ARM makin kencang, dan Microsoft udah kasih lampu hijau.</p>
<p>Kalau semua jalan sesuai rencana, kita bakal lihat desktop Windows berbasis ARM bukan cuma jadi “eksperimen”, tapi jadi pilihan nyata buat user yang butuh efisiensi tinggi, performa AI lokal, dan baterai tahan seharian.</p>
<hr />
<p><strong>Catatan Sumber:</strong></p>
<ul>
<li><p>Qualcomm &amp; Snapdragon X Elite: <a target="_blank" href="https://www.theregister.com/2024/03/19/microsoft_snapdragon_pc/">The Register</a></p>
</li>
<li><p>AMD &amp; NVIDIA Rencana ARM: <a target="_blank" href="https://www.reuters.com/technology/amd-nvidia-arm-windows-pcs-2024/">Reuters</a></p>
</li>
<li><p>Microsoft Copilot+ PC &amp; Dukungan ARM: [Microsoft Build 2024 keynote]</p>
</li>
<li><p>Kendala Kompatibilitas &amp; Driver: <a target="_blank" href="https://learn.microsoft.com/">Windows Official Documentation</a></p>
</li>
<li><p>Sejarah Windows RT dan Windows on ARM: [ArsTechnica, The Verge, Microsoft Docs]</p>
</li>
</ul>
]]></content:encoded></item><item><title><![CDATA[Oppo Find N5: Foldable Paling Tipis Saat Ini, Samsung Mau Diem Aja?]]></title><description><![CDATA[Oppo resmi meluncurkan Find N5, foldable tertipis di dunia dengan ketebalan hanya 8.93mm saat dilipat dan 4.21mm saat dibuka. Ini bukan sekadar tipis, tapi juga membawa berbagai peningkatan yang bikin para pesaingnya ketar-ketir. Sayangnya, seperti b...]]></description><link>https://devilpenakut.com/oppo-find-n5-foldable-paling-tipis-saat-ini-samsung-mau-diem-aja</link><guid isPermaLink="true">https://devilpenakut.com/oppo-find-n5-foldable-paling-tipis-saat-ini-samsung-mau-diem-aja</guid><category><![CDATA[oppo find n5]]></category><category><![CDATA[Oppo Find]]></category><dc:creator><![CDATA[Faizal]]></dc:creator><pubDate>Fri, 21 Feb 2025 04:57:53 GMT</pubDate><content:encoded><![CDATA[<p>Oppo resmi meluncurkan Find N5, foldable tertipis di dunia dengan ketebalan hanya 8.93mm saat dilipat dan 4.21mm saat dibuka. Ini bukan sekadar tipis, tapi juga membawa berbagai peningkatan yang bikin para pesaingnya ketar-ketir. Sayangnya, seperti biasa, ponsel ini ngga masuk pasar AS karena disana seri Find N dijual dengan nama Oneplus Open, yang sebelumnya uda <a target="_blank" href="https://community.oneplus.com/thread/1652471315484901379">bilang ngga akan keluar versi baru ditahun 2025.</a></p>
<p><img src="https://image.oppo.com/content/dam/oppo/id/mkt/newsroom/press/oppo-find-n5-akan-diluncurkan-era-baru-foldable/1.webp" alt /></p>
<p>Yang bikin Find N5 menarik bukan cuma dimensinya yang super slim. Oppo juga berhasil menyematkan baterai besar 5.600mAh dan pengisian daya nirkabel 50W dengan teknologi baru yang lebih efisien. Performanya juga ngebut dengan chipset Snapdragon 8 Elite, yang bikin multitasking dan gaming makin mulus.</p>
<p>Hinge-nya terbuat dari Grade 5 Titanium Alloy yang lebih kuat tapi tetap ringan. Oppo bahkan memamerkan kekuatannya dengan mengangkat dumbbell 20kg! Selain itu, ponsel ini juga punya sertifikasi IPX9, yang berarti bisa tahan air lebih baik dibandingkan foldable lain.</p>
<p><img src="https://www.oppo.com/content/dam/oppo_com/en/mkt/newsroom/press/2025/february/find-n5-global-launch/image-7.webp" alt="Find N5's Titanium Flexion Hinge is 36% more rigid despite being 26% smaller" /></p>
<p>Dari segi kamera, Oppo menyertakan sensor utama 50MP dengan telefoto periskop yang punya kemampuan telemakro. Meski ada beberapa downgrade di lensa ultra-wide dibanding pendahulunya, hasil fotonya tetap bisa diandalkan.</p>
<p>Satu fitur menarik lainnya adalah integrasi dengan Mac. Find N5 bisa terhubung ke Mac untuk berbagi file secara seamless dan bahkan bisa digunakan sebagai remote control menggunakan aplikasi O+ Connect.</p>
<p><img src="https://cdn.hashnode.com/res/hashnode/image/upload/v1740113710566/83b7c495-899e-4772-b458-182e0c62d369.png" alt class="image--center mx-auto" /></p>
<p>Secara keseluruhan, Find N5 bukan cuma soal ketipisan, tapi juga bagaimana Oppo berhasil mengemas inovasi di dalam desain yang lebih ramping. Dengan harga sekitar SGD2,499 (tanpa promo) yang kalau di Indonesiakan sekitar IDR29-30Juta, ini bisa jadi pilihan menarik buat yang mencari foldable dengan desain premium, performa tinggi, dan fitur unik.</p>
]]></content:encoded></item><item><title><![CDATA[Kenapa ASUS Zenbook A14 UX3407 ini sangat menarik]]></title><description><![CDATA[Saya sebenarnya tidak sedang mencari laptop baru, tapi ingin berbagi tentang ASUS Zenbook A14 UX3407 yang menurut saya sangat menarik. Laptop ini punya banyak fitur keren yang layak untuk dipertimbangkan. Berikut beberapa alasan kenapa laptop ini beg...]]></description><link>https://devilpenakut.com/asus-zenbook-a14-ux3407</link><guid isPermaLink="true">https://devilpenakut.com/asus-zenbook-a14-ux3407</guid><category><![CDATA[asus zenbook a14]]></category><category><![CDATA[zenbook]]></category><category><![CDATA[ASUS]]></category><dc:creator><![CDATA[Faizal]]></dc:creator><pubDate>Wed, 12 Feb 2025 10:25:49 GMT</pubDate><content:encoded><![CDATA[<p>Saya sebenarnya tidak sedang mencari laptop baru, tapi ingin berbagi tentang ASUS Zenbook A14 UX3407 yang menurut saya sangat menarik. Laptop ini punya banyak fitur keren yang layak untuk dipertimbangkan. Berikut beberapa alasan kenapa laptop ini begitu istimewa.</p>
<p>Yang pertama, ini laptop enteng banget. Cuma di bawah 1 kg! Padahal ini laptop 14 inch loh. ASUS pake material Ceraluminum yang lebih ringan dari aluminium biasa tapi tetap kuat. Perfect banget buat yang sering mobile kayak saya yang tiap hari bawa laptop kemana-mana.</p>
<p>Terus soal performa, ini laptop pake Snapdragon X Series yang baru, berbasis ARM. Performanya sangat kompetitif dengan prosesor Intel terbaru di kelasnya. Yang bikin tambah wow, RAM-nya bisa sampai 32GB LPDDR5x dan storage SSD PCIe Gen 4 sampe 1TB. Bayangin aja multitasking sambil render video, pasti mulus.</p>
<p>Layarnya juga oke. Panel 14 inch dengan resolusi 1920 x 1200, plus brightness sampe 400 nits. Warnanya akurat dengan 100% sRGB, cocok buat yang sering edit foto atau video. Response time 0.2ms itu cepet banget, jadi ngga bakal nemu ghosting atau blur waktu nonton atau main game ringan.</p>
<p><img src="https://press.asus.com/assets/w_640,h_640/a624f17c-3859-488e-b077-27e1c225f54b/Zenbook%20A14_UX3407_Product%20photo_Iceland%20Gray_03.png" alt class="image--center mx-auto" /></p>
<p>Nah yang bikin makin tertarik itu baterainya. ASUS klaim bisa tahan sampe 32 jam untuk pemutaran video! Walau dalam real life pasti ngga sampe segitu, tapi dengan kapasitas 70Wh harusnya bisa tahan seharian penuh lah ya. Perfect buat yang sering kerja di café atau meeting di luar. Karena pakai processor ARM itu.</p>
<p>Konektivitas juga up to date banget. Udah support WiFi 6E yang lebih stabil dari WiFi 6, plus Bluetooth 5.3. Cocok buat yang butuh koneksi stabil dan cepet buat kerja.</p>
<p>Dari sisi pendinginan, ASUS pake heat pipe sama kipas aluminium yang ringan. Ini penting sih buat jaga performa tetep konsisten pas lagi kerja berat. Apalagi laptop setipis ini butuh sistem pendingin yang efisien.</p>
<p>Soal harga, di US mulai dari Rp14.459.000 buat yang basic spec. Menurut saya ini worth it sih mengingat spek dan build quality-nya. Ada dua pilihan warna, Zabriskie Beige sama Iceland Gray yang dua-duanya elegan.</p>
<p><img src="https://press.asus.com/assets/w_640,h_640/37b21cb0-378d-49e1-976b-1a4db143f61b/Zenbook%20A14_UX3407_Product%20photo_Iceland%20Gray_01.png" alt class="image--center mx-auto" /></p>
<p><img src="https://press.asus.com/assets/w_640,h_640/cc742ed6-a800-44da-bc4e-a4f6552873e3/Zenbook%20A14_UX3407_Product%20photo_Zabriskie%20Beige_01.png" alt="Iceland Gray" class="image--center mx-auto" /></p>
<p>Yang bikin saya mikir-mikir cuma satu sih: ini laptop pake Snapdragon, bukan Intel atau AMD. Walaupun katanya performanya kenceng kaya yang dipakai Apple dengan Seri M-nya, tapi tetep aja masih ada kekhawatiran soal kompatibilitas software. Tapi kayaknya dengan Windows yang udah makin mateng buat ARM, harusnya ngga masalah-masalah amat.</p>
<p>Oh iya, satu hal lagi yang bikin saya tertarik adalah fitur AI-nya. Laptop ini punya Qualcomm Hexagon NPU dengan performa sampai 45 TOPS. Artinya bisa jalanin aplikasi AI kayak Live Caption atau Windows Studio Effects dengan mulus. Plus ada ASUS Copilot+ PC yang bisa bantu otomasi berbagai tugas.</p>
<p>Terus soal build quality, laptop ini udah dapat sertifikasi MIL-STD 810H. Artinya udah diuji tahan suhu ekstrem, guncangan, dan getaran. Jadi ngga perlu khawatir kalau laptop kebanting dikit atau kena gerimis waktu dibawa.</p>
<p>Link pembelian:</p>
<p><a target="_blank" href="https://s.blibli.com/GNtk/dinikqgt">Blibli</a></p>
<p><a target="_blank" href="https://s.shopee.co.id/3VVM6ttGiZ">Shopee</a></p>
<hr />
<p>Gimana menurut kalian? Ada yang udah pernah nyoba atau punya laptop ARM? Share pengalaman kalian di kolom komentar ya!</p>
]]></content:encoded></item><item><title><![CDATA[Bingung Pilih Samsung Fold6 atau Vivo X200 Pro?]]></title><description><![CDATA[Lagi galau nih. Sudah siap buat upgrade smartphone dan sekarang bingung antara Samsung Galaxy Z Fold6 atau Vivo X200 Pro. Keduanya flagship yang bagus, tapi punya kelebihan masing-masing yang bikin makin bingung buat pilih. Apalagi harganya mirip, ja...]]></description><link>https://devilpenakut.com/fold6-atau-vivo-x200-pro</link><guid isPermaLink="true">https://devilpenakut.com/fold6-atau-vivo-x200-pro</guid><category><![CDATA[Vivo X200 Pro]]></category><category><![CDATA[Samsung Galaxy Z Fold 6]]></category><dc:creator><![CDATA[Faizal]]></dc:creator><pubDate>Tue, 11 Feb 2025 03:57:22 GMT</pubDate><content:encoded><![CDATA[<p>Lagi galau nih. Sudah siap buat upgrade smartphone dan sekarang bingung antara Samsung Galaxy Z Fold6 atau Vivo X200 Pro. Keduanya flagship yang bagus, tapi punya kelebihan masing-masing yang bikin makin bingung buat pilih. Apalagi harganya mirip, jadi bener-bener harus dipertimbangkan matang-matang.</p>
<p>Samsung Galaxy Z Fold6 jelas menarik karena layar lipatnya. Sebelumnya <strong>belum pernah</strong> pakai hp lipat, dan penasaran sama pengalaman pake layar yang bisa jadi tablet. Apalagi layar luarnya sekarang sudah 6,3 inci, lebih lega dari Fold5 yang hanya 6,2 inci. Kalau dibuka jadi 7,6 inci, enak banget buat kerja atau nonton. Tapi jujur agak khawatir sama durabilitas layar lipatnya, walaupun Samsung klaim udah lebih kuat dari generasi sebelumnya.</p>
<p>Tapi yang bikin mikir di Fold6 ini ya harganya. Vivo X200 Pro dibanderol sekitar Rp17.999.000 untuk varian 16GB/512GB, sedangkan harga Fold6 diatas Rp20.000.000. Padahal dari sisi prosesor, keduanya berbeda: Fold6 pakai Snapdragon 8 Gen 3, sementara X200 Pro ditenagai MediaTek Dimensity 9400. RAM di keduanya sama-sama 16GB dengan pilihan penyimpanan 256GB/512GB/1TB untuk Fold6, sementara X200 Pro hanya tersedia dalam varian 512GB.</p>
<p>Kalau dari sisi kamera, X200 Pro unggul dengan sensor utama 50 MP Sony LYT-818 yang berukuran 1/1.28 inci. Selain itu, ada kamera telefoto periskop 200 MP ZEISS APO dengan zoom optik 3,7x, bikin pengalaman zoom makin cakep. Sedangkan Fold6 masih menggunakan sensor yang mirip dengan Fold5. Namun, untuk hasil foto sehari-hari, dua-duanya tetap bisa diandalkan.</p>
<p>Baterai jadi pertimbangan juga. X200 Pro punya kapasitas 6.000mAh dengan charging 90W dan wireless charging 30W. Sedangkan Fold6 hanya 4.500mAh dengan charging 45W.</p>
<p>Dari sisi software, Samsung unggul disini. One UI di Samsung sudah mature dan optimal untuk layar lipat. Sedangkan Funtouch di X200 Pro masih dirasa standar untuk urusan UI.  Keduanya juga menjanjikan update Android lama, namun Samsung unggul hingga 7 tahun sedang Vivo 4 tahun.</p>
<p>Build quality juga nggak kalah penting. X200 Pro pakai frame titanium yang lebih tahan banting, sementara Fold6 menggunakan Armor Aluminum yang sudah terbukti kuat. Keduanya punya sertifikasi IP68 water-resistant, tapi Fold6 punya mekanisme khusus buat melindungi layar lipatnya dari air.</p>
<p>Sekarang jadi mikir, worth it nggak ya keluar duit lebih buat Fold6? Pengen nyobain hp lipat, tapi nggak tahu bakal kepake maksimal atau nggak. Sedangkan X200 Pro lebih aman karena form factor-nya sudah terbukti nyaman digunakan sehari-hari, plus kameranya lebih bagus dan baterainya lebih tahan lama.</p>
<p>Yang bikin tambah bingung, saya sering main game di hp. Fold6 kayaknya enak banget buat main game karena layarnya gede. Tapi X200 Pro performanya lebih konsisten dan nggak ada beban buat ngerasa kalau layarnya bisa rusak.</p>
<p>Atau mungkin mending tunggu Honor Magic V3 aja ya sebentar lagi? Tapi kan gitu terus ujung-ujungnya nggak beli-beli. Lagian Magic V3 pasti bakal lebih mahal lagi. Dan hp yang sekarang udah menyerah baterainya, kayaknya perlu upgrade dalam waktu dekat deh.</p>
<hr />
<p>Ada yang punya pengalaman pakai salah satu? Atau mungkin punya saran? Share di komentar ya, siapa tahu bisa bantu nih. Terutama buat yang udah pernah pake hp lipat, worth it nggak sih buat daily driver?</p>
]]></content:encoded></item><item><title><![CDATA[Tren dan Perubahan Industri Streaming 2025: Apa yang Perlu Kita Ketahui?]]></title><description><![CDATA[Industri streaming terus mengalami perubahan besar sepanjang tahun 2024. Perubahan ini membawa dampak penting bagi cara kita menonton konten digital dan bagaimana industri hiburan berkembang. Lalu bagaimana dengan 2025?
Perubahan Besar dalam Industri...]]></description><link>https://devilpenakut.com/streaming-2025</link><guid isPermaLink="true">https://devilpenakut.com/streaming-2025</guid><category><![CDATA[streaming]]></category><category><![CDATA[netflix]]></category><category><![CDATA[disney+]]></category><category><![CDATA[amazon Prime video]]></category><dc:creator><![CDATA[Faizal]]></dc:creator><pubDate>Sat, 28 Dec 2024 13:44:14 GMT</pubDate><content:encoded><![CDATA[<p>Industri streaming terus mengalami perubahan besar sepanjang tahun 2024. Perubahan ini membawa dampak penting bagi cara kita menonton konten digital dan bagaimana industri hiburan berkembang. Lalu bagaimana dengan 2025?</p>
<h2 id="heading-perubahan-besar-dalam-industri">Perubahan Besar dalam Industri</h2>
<p>Salah satu perubahan terpenting adalah keputusan Netflix untuk tidak lagi membagikan informasi jumlah pelanggannya kepada publik. Hal ini membuat platform streaming lain mengikuti langkah yang sama. Akibatnya, sekarang lebih sulit untuk mengetahui seberapa sukses sebenarnya sebuah layanan streaming.</p>
<p>Iklan juga menjadi bagian yang tak terpisahkan dari layanan streaming. Netflix, yang dulu terkenal bebas iklan, sekarang menawarkan paket berlangganan dengan iklan. Perubahan ini terjadi karena platform streaming perlu mencari cara baru untuk menghasilkan uang dan menutupi biaya pembuatan konten yang semakin mahal.</p>
<h2 id="heading-harga-dan-konten">Harga dan Konten</h2>
<p>Harga berlangganan layanan streaming telah naik cukup tinggi dibanding beberapa tahun lalu. Kenaikan ini terjadi karena biaya pembuatan film dan acara TV yang semakin mahal, juga karena tekanan dari investor agar platform streaming menghasilkan lebih banyak keuntungan.</p>
<p>Meski biaya pembuatan konten masih tinggi, platform streaming mulai lebih hati-hati dalam membelanjakan uang mereka. Mereka harus pintar memilih konten mana yang akan diproduksi agar tetap menguntungkan.</p>
<h2 id="heading-bagaimana-dengan-platform-streaming-besar">Bagaimana dengan Platform Streaming Besar?</h2>
<p><strong>Netflix</strong> tetap menjadi pemimpin dalam industri streaming. Mereka mulai merambah ke dunia olahraga dengan menayangkan WWE Raw dan NFL. Namun, mereka masih menghadapi tantangan teknis, seperti yang terjadi saat menayangkan pertandingan tinju Jake Paul melawan Mike Tyson.</p>
<p><strong>Disney+</strong> mencoba strategi baru dengan menggabungkan konten dari Hulu dan ESPN+ ke dalam platformnya. Meskipun ide ini bagus, pertumbuhan jumlah pelanggan mereka tidak secepat yang diharapkan.</p>
<p><strong>Amazon Prime Video</strong> berhasil mendapatkan hak siar NBA dan WNBA untuk 11 tahun ke depan. Mereka juga sukses dengan serial "Fallout" yang diadaptasi dari permainan video.</p>
<p><strong>Apple TV+</strong> fokus pada pembuatan konten berkualitas tinggi. Serial "Presumed Innocent" menjadi salah satu kesuksesan mereka di tahun 2024.</p>
<h2 id="heading-apa-yang-akan-terjadi-di-2025">Apa yang Akan Terjadi di 2025?</h2>
<p>Tahun 2025 akan membawa lebih banyak perubahan dalam industri streaming. <strong>Beberapa platform streaming kemungkinan akan bergabung menjadi satu untuk bertahan dalam persaingan</strong>. Platform yang lebih kecil mungkin akan dibeli oleh perusahaan yang lebih besar.</p>
<p><strong>Konten olahraga langsung akan menjadi semakin penting</strong>. Platform streaming akan berlomba-lomba mendapatkan hak siar pertandingan olahraga populer untuk menarik lebih banyak pelanggan.</p>
<p><strong>Model berlangganan dengan iklan akan semakin umum</strong>. Platform streaming akan terus mencari cara untuk menghasilkan uang sambil tetap menawarkan harga yang terjangkau bagi pelanggan.</p>
<h2 id="heading-masa-depan-streaming">Masa Depan Streaming</h2>
<p>Industri streaming sedang memasuki fase yang lebih dewasa. Platform streaming harus pintar dalam mengelola pengeluaran sambil tetap menghasilkan konten yang menarik. Mereka juga harus terus mengembangkan teknologi mereka agar bisa memberikan pengalaman menonton yang lebih baik.</p>
<p>Kesuksesan di tahun 2025 akan ditentukan oleh kemampuan platform streaming dalam menyeimbangkan tiga hal: menghasilkan keuntungan, membuat konten berkualitas, dan memberikan layanan yang baik kepada pelanggan. Platform yang bisa melakukan ketiga hal ini dengan baik akan menjadi pemenang dalam persaingan industri streaming.</p>
]]></content:encoded></item><item><title><![CDATA[Apple dan Tantangan Inovasi: Mengapa Raksasa Teknologi Ini Makin Stagnan?]]></title><description><![CDATA[Apple didirikan tanggal 1 April 1976 oleh Steve Jobs, Steve Wozniak, dan Ronald Wayne. Perusahaan ini mulai dengan menjual komputer pribadi, dimulai dengan Apple I. Dalam beberapa tahun, Apple berhasil memperkenalkan berbagai produk inovatif yang men...]]></description><link>https://devilpenakut.com/apple-dan-inovasi</link><guid isPermaLink="true">https://devilpenakut.com/apple-dan-inovasi</guid><category><![CDATA[Apple]]></category><category><![CDATA[innovation]]></category><dc:creator><![CDATA[Faizal]]></dc:creator><pubDate>Thu, 12 Dec 2024 04:24:26 GMT</pubDate><content:encoded><![CDATA[<p><a target="_blank" href="https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Apple_first_logo.png#/media/File:Apple_first_logo.png"><img src="https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/f/fa/Apple_first_logo.png" alt="Apple's absolute first logo, pre 1976. Drawn by then co-founder Ronald Wayne. The logo features Sir Isaac Newton sitting under the apple tree where he supposedly discovered gravity, by an apple falling on his head. " class="image--center mx-auto" /></a></p>
<p>Apple didirikan tanggal 1 April 1976 oleh Steve Jobs, Steve Wozniak, dan Ronald Wayne. Perusahaan ini mulai dengan menjual komputer pribadi, dimulai dengan Apple I. Dalam beberapa tahun, Apple berhasil memperkenalkan berbagai produk <strong>inovatif</strong> yang mengubah cara orang berinteraksi dengan teknologi. Pada tahun 1984, mereka meluncurkan Macintosh, komputer yang ramah pengguna dengan antarmuka grafis. Inovasi-inovasi ini mengukir nama Apple sebagai salah satu pemain utama di industri teknologi dunia, yang terus berkembang hingga saat ini.</p>
<p><img src="https://res.cloudinary.com/setanwedinan/image/upload/v1733976955/Inovasi%20Apple/103588775-1118881r.jpg" alt class="image--center mx-auto" /></p>
<p>Apple sempat hampir bangkrut pada tahun 1997, namun dengan peluncuran produk-produk baru dan strategi yang lebih fokus, perusahaan ini berhasil bangkit kembali. Salah satu momen penting adalah peluncuran iMac yang membantu mengubah citra Apple. Selanjutnya, inovasi seperti iPod, <strong>iPhone</strong>, dan iPad memperkuat posisi mereka di pasar.</p>
<p><img src="https://res.cloudinary.com/setanwedinan/image/upload/v1733977082/Inovasi%20Apple/8c33323f5481f2b2_steve-jobs-interview.webp" alt class="image--center mx-auto" /></p>
<p>Steve Jobs pun pernah keluar dari Apple dan mendirikan NeXT. Namun, pada tahun 1997, Apple mengakuisisi NeXT, membawa Jobs kembali ke perusahaan yang ia dirikan. Kembalinya Jobs menandai awal era baru bagi Apple, dengan fokus pada <strong>inovasi</strong>, desain yang elegan dan pengalaman pengguna yang luar biasa.</p>
<p><img src="https://res.cloudinary.com/setanwedinan/image/upload/v1733977146/Inovasi%20Apple/steve-jobs-next.jpg" alt class="image--center mx-auto" /></p>
<p>Namun saat ini inovasi Apple sepertinya sudah tidak seperti dulu, dimulai dari desain iPhone yang tidak berubah sejak tahun 2017 (!) dengan iPhone X, yang mulai memperlihatkan stagnasi dalam inovasi. Meskipun setiap peluncuran baru membawa perbaikan minor (kamera belakang, notch), banyak pengguna merasa bahwa Apple tidak lagi menghadirkan terobosan besar.</p>
<p><img src="https://res.cloudinary.com/setanwedinan/image/upload/v1733977214/Inovasi%20Apple/iphone-x.jpg" alt class="image--center mx-auto" /></p>
<p>Inovasi yang dilakukan oleh produsen ponsel dari Cina seperti Oppo, Vivo, dan Xiaomi dianggap melampaui inovasi Apple bahkan Samsung. Mereka menghadirkan fitur-fitur canggih dan desain menarik dengan harga yang lebih terjangkau. Banyak konsumen yang beralih ke merek-merek ini, mencari nilai lebih dalam produk yang mereka beli. Selain itu, fokus pada teknologi kamera dan baterainya beberapa tahun terakhir terbukti ponsel Cina bisa lebih baik.</p>
<p>Lihat saja bagaimana hasil foto Oppo Find X8 dan Vivo X200 Pro yang mendekati kamera DSLR. Baterai yang tahan lama dengan ukuran besar namun dengan desain yang tetap ramping. Jangan lupa dengan processor dengan spek tertinggi.</p>
<p><img src="https://res.cloudinary.com/setanwedinan/image/upload/v1733977310/Inovasi%20Apple/Oppo-Find-X8-und-Vivo-X200-Globaler-Launch-so-frueh-wie-noch-nie-laut-Leaker.jpg" alt class="image--center mx-auto" /></p>
<p>Kalau Apple masih begini-begini saja kemungkinan iPhone akan ditinggalkan di luar US, karena kalau menurut saya di US Apple masih terlalu kuat. Apalagi dengan perang dagang jilid dua oleh Donald Trump nantinya yang membatasi import dari Cina.</p>
<p>Kenapa Apple dengan iPhone nya dirasa stagnan dalam hal inovasi? Salah satu alasan utama stagnasi inovasi Apple adalah dominasi pasar yang telah mereka capai. Dengan basis pengguna yang besar dan loyal, perusahaan mungkin merasa kurang terdorong untuk berinovasi secara radikal. Selain itu, fokus yang berlebihan pada ekosistem dan integrasi produk membuat Apple enggan untuk mengambil risiko besar dengan fitur baru.</p>
<p>Kedua, Apple berusaha menjaga margin produk di tengah tekanan dari pemegang saham. Hal ini mengakibatkan fokus pada keuntungan jangka pendek alih-alih inovasi jangka panjang. Investor mengharapkan hasil yang konsisten, sehingga Apple lebih berhati-hati dalam mengembangkan produk baru dan memperkenalkan fitur-fitur revolusioner.</p>
<p><img src="https://res.cloudinary.com/setanwedinan/image/upload/v1733977358/Inovasi%20Apple/Apple-M421.jpg" alt class="image--center mx-auto" /></p>
<p>Saat ini, inovasi paling mencolok dari Apple adalah pada prosesor seri M, yang kini telah mencapai generasi keempat, M4. Namun, inovasi ini belum terlihat pada iPhone. Meskipun Apple sedang mengembangkan fitur kecerdasan buatan (Apple Intelligence), hal ini juga dilakukan oleh produsen lain.</p>
<p>Jadi menurut kalian apa yang sebaiknya dilakukan Apple? Apakah mereka harus tetap seperti sekarang atau melakukan perubahan?</p>
]]></content:encoded></item><item><title><![CDATA[MacBook vs Windows: Kenapa Banyak Anak Muda Sekarang Lebih Suka MacBook?]]></title><description><![CDATA[Setelah beberapa minggu pakai MacBook Air, saya mulai paham alasan kenapa sekarang banyak orang, terutama anak muda, pilih MacBook buat kerjaan simpel sehari-hari. Saat ini saya pakai dua laptop. Satu Lenovo Ideapad Flex 5 dengan processor Inter i7–1...]]></description><link>https://devilpenakut.com/macbook-vs-windows</link><guid isPermaLink="true">https://devilpenakut.com/macbook-vs-windows</guid><category><![CDATA[review]]></category><category><![CDATA[Windows]]></category><category><![CDATA[macbook]]></category><category><![CDATA[m1-macbook]]></category><dc:creator><![CDATA[Faizal]]></dc:creator><pubDate>Wed, 30 Oct 2024 10:15:42 GMT</pubDate><content:encoded><![CDATA[<p>Setelah beberapa minggu pakai MacBook Air, saya mulai paham alasan kenapa sekarang banyak orang, terutama anak muda, pilih MacBook buat kerjaan simpel sehari-hari. Saat ini saya pakai dua laptop. Satu Lenovo Ideapad Flex 5 dengan processor Inter i7–1255U dari kantor — laptop oke punya, bukan laptop sembarangan, keluaran 2020. Satu lagi MacBook Air M1 keluaran 2020 juga. Memang bukan model flagship, tapi juga bukan yang murahan. Sudah tiga generasi di bawah yang terbaru (M4), tapi performanya masih impresif.</p>
<p>Selama ini, laptop saya biasanya dipakai untuk kerja dan gaming. Tapi sejak punya PC, laptop sepenuhnya untuk kerja, sementara gaming full di PC. Nah, di situ letak <em>turning point</em> saya. Selama ini saya kira laptop Windows sudah setara atau bahkan unggul di beberapa aspek dibanding MacBook, terutama dalam hal efisiensi dan kenyamanan pakai. Nyatanya, saya salah.</p>
<p>Laptop Windows dengan prosesor X86_64 sepertinya sudah mulai terasa tertinggal dalam kondisi penggunaan saat ini, di mana kebiasaan kita sekarang sudah sangat terpengaruh oleh ponsel. Lho, ponsel? Ya, coba ingat-ingat, seberapa sering kamu isi daya ponsel? Kalau baterainya sehat, sekali sehari sudah cukup, kan? Ponsel pun jarang di-shutdown — paling hanya standby, cukup dibuka dan langsung aktif lagi. Nah, konsep inilah yang Apple coba bawa ke lini MacBook dengan prosesor M-series mereka.</p>
<p>Apple ingin laptopnya cukup diisi daya sekali sehari, bisa bertahan sepanjang hari tanpa perlu khawatir baterai cepat habis. Ketika tidak digunakan, tinggal tutup saja; MacBook hanya standby, ngga benar-benar mati. Begitu mau pakai lagi, tinggal buka atau tekan tombol, langsung balik ke posisi terakhir. Apple sendiri mengklaim MacBook Air M1 bisa bertahan hingga 18 jam untuk penggunaan browsing dan tugas ringan — nyaris dua kali lipat daya tahan rata-rata laptop Windows di kelasnya, yang biasanya berkisar antara 8–10 jam.</p>
<p>Hal ini yang masih belum bisa dilakukan laptop Windows secara konsisten, bahkan untuk laptop non-gaming. Sekarang memang Microsoft dan produsen laptop Windows mulai menyadari kebutuhan ini dan mulai beralih ke prosesor ARM juga, seperti Snapdragon terbaru dari Qualcomm. Sebab, dengan X86_64 biasa, sulit mengoptimalkan daya tahan baterai sekaligus kecepatan startup yang responsif. Prosesor X86_64 yang katanya “efisien” seringkali harus mengorbankan performa. Di sinilah keunggulan ARM-based processors seperti Apple M1 dan Snapdragon X muncul: daya tahan baterai lebih awet, performa tetap prima.</p>
<p>Dari pengalaman pribadi, saya pernah coba bandingkan laptop Windows dengan Snapdragon dan Intel i7 terbaru saat buka Excel dan PowerPoint. Hasilnya, aplikasi lebih cepat terbuka di Snapdragon.</p>
<p>Kembali ke keseharian pakai dua laptop ini. Simpelnya, buat nyalain dan matiin MacBook, cukup tutup layar. Gak perlu khawatir apakah benar-benar sleep atau ngga, atau takut malah butuh startup lagi. Tapi di laptop Windows, langsung tutup layar dan masuk sleep bisa bikin ragu, kadang takutnya ngga sleep sempurna dan malah panas karena mesinnya masih nyala. Pas buka kembali juga kadang ada delay.</p>
<p>Ditambah lagi, MacBook bisa nyaman dipakai di mana saja — mau di permukaan rata, miring, bahkan di kasur atau selimut, ngga masalah karena ngga butuh kipas. Menurut Apple, desain tanpa kipas ini memungkinkan MacBook Air tetap sejuk tanpa suara berlebih, bahkan saat dipakai intensif, dibandingkan laptop Windows yang kipasnya sering berisik ketika dibebani tugas yang sama.</p>
<p><img src="https://res.cloudinary.com/setanwedinan/image/upload/v1730086466/macoswindows/1badmac.jpg" alt class="image--center mx-auto" /></p>
<p>Nah, dari sini saya paham kenapa sekarang makin banyak orang suka MacBook. Apalagi dengan harga yang semakin bersaing. Di Indonesia, harga MacBook Air M1 dan M2 sekarang relatif terjangkau untuk kalangan mahasiswa atau profesional muda, membuatnya kompetitif dibandingkan laptop Windows di kelas menengah atas. MacBook Air M1 bisa didapat dengan harga 10–11 jutaan, M2 di angka 13–15 jutaan, sementara M3 mulai dari 17 jutaan.</p>
<p>Jadi, sekarang saya tahu kenapa.</p>
]]></content:encoded></item><item><title><![CDATA[Review Steam Deck: Gadget Gaming Portabel dari Valve dengan Harga yang Sekarang Menarik untuk Dibeli]]></title><description><![CDATA[Halo! Kali ini saya mau ngobrolin tentang Steam Deck, gadget dari Valve yang
bisa bikin kita main game Steam di mana aja. Apa sih Steam Deck itu? Apa
bedanya sama Switch atau laptop gaming? Apa aja kelebihan dan kekurangannya?
Yuk, simak review Steam...]]></description><link>https://devilpenakut.com/review-steam-deck</link><guid isPermaLink="true">https://devilpenakut.com/review-steam-deck</guid><dc:creator><![CDATA[Faizal]]></dc:creator><pubDate>Tue, 04 Apr 2023 01:00:05 GMT</pubDate><content:encoded><![CDATA[<p>Halo! Kali ini saya mau ngobrolin tentang Steam Deck, gadget dari Valve yang
bisa bikin kita main game Steam di mana aja. Apa sih Steam Deck itu? Apa
bedanya sama Switch atau laptop gaming? Apa aja kelebihan dan kekurangannya?
Yuk, simak review Steam Deck berikut ini!</p>
<h1 id="heading-apa-itu-steam-deck">Apa itu Steam Deck</h1>
<p>Steam Deck adalah sebuah handheld PC yang bisa menjalankan semua game di
library Steam kita. Jadi, kalau kita punya akun Steam dan udah beli banyak
game di situ, kita bisa mainin semua game itu di Steam Deck tanpa perlu
download ulang atau bayar lagi. Keren kan?</p>
<p><img src="https://cdn.hashnode.com/res/hashnode/image/upload/v1730255432652/14e7cb29-29ba-4fbd-938c-07e4fe3f5b25.jpeg" alt /></p>
<p>Steam Deck punya layar sentuh 7 inci dengan resolusi 1280 x 800 piksel dan
refresh rate 60 Hz. Layarnya cukup besar dan jernih untuk menikmati game-game
berkualitas tinggi. Di samping layar, ada dua analog stick dan dua trackpad
yang bisa digunakan untuk mengontrol game. Trackpad ini lebih responsif dan
akurat daripada trackpad di Steam Controller. Di belakang layar, ada empat
tombol grip yang bisa kita atur fungsinya sesuai keinginan.</p>
<p>Steam Deck juga dilengkapi dengan gyro sensor yang bisa mendeteksi gerakan
kita. Jadi, kalau kita mau main game yang butuh gerak, kaya Just Dance, kita
bisa pake fitur ini. Tapi hati-hati ya, jangan sampai jatuh atau nabrak barang
di sekitar kita.</p>
<h1 id="heading-spesifikasi">Spesifikasi</h1>
<p>Untuk spesifikasi hardware-nya, Steam Deck menggunakan prosesor AMD APU dengan
CPU Zen 2 4 core/8 thread dan GPU RDNA 2 8 CU. RAM-nya 16 GB LPDDR5 dan
storage-nya ada tiga pilihan: 64 GB eMMC, 256 GB NVMe SSD, atau 512 GB NVMe
SSD. Semakin besar storage-nya, semakin mahal harganya. Tapi tenang aja, semua
model punya slot microSD yang bisa kita gunakan untuk menambah kapasitas
penyimpanan. Untuk yang saya pilih adalah dengan kapisitas 256 GB. Karena
menurut saya itu kapasitas yang cukup bila ngga mau pake microSD.</p>
<p><img src="https://cdn.hashnode.com/res/hashnode/image/upload/v1730255434662/4bebbfe2-2475-483f-ab90-99398bfeb25e.jpeg" alt /></p>
<p>Steam Deck juga punya fitur Bluetooth 5.0 yang bisa kita gunakan untuk
menghubungkan headset, controller, atau aksesori lainnya. Selain itu, ada juga
port USB-C yang bisa kita gunakan untuk menghubungkan Steam Deck ke monitor,
TV, atau docking station. Docking station ini adalah aksesori tambahan yang
bisa kita beli terpisah untuk menjadikan Steam Deck sebagai PC desktop.</p>
<p><img src="https://cdn.hashnode.com/res/hashnode/image/upload/v1730255436018/bb68c9ba-385c-4810-8f33-b138b428a36d.jpeg" alt /></p>
<p>Untuk baterainya, Steam Deck punya kapasitas 40 Whr yang bisa bertahan antara
2 sampai 8 jam tergantung game yang dimainkan. Kalau main game ringan kayak
Stardew Valley atau Among Us, bisa lebih lama. Tapi kalau main game berat
kayak Cyberpunk 2077 atau Doom Eternal, cuma sebentar aja.</p>
<h1 id="heading-kenapa-beli-steam-deck">Kenapa beli Steam Deck</h1>
<p>Kalau saya pribadi sih tertarik banget sama Steam Deck. Saya pengen banget
bisa main game-game favorit saya di mana aja tanpa ribet bawa laptop atau
konsol. Apalagi saya suka berpergian jauh dan sering naik kereta api buat
pulang kampung secara rutin 2 minggu sekali.. Dengan Steam Deck, saya bisa
mengisi waktu luang saya dengan main game dimana saja.</p>
<p><img src="https://cdn.hashnode.com/res/hashnode/image/upload/v1730255437490/9fa5be42-f182-40d0-b519-b6d45886742a.jpeg" alt /></p>
<h1 id="heading-kelebihan-dan-kekurangan">Kelebihan dan Kekurangan</h1>
<p>Tapi tentu saja ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan sebelum membeli
Steam Deck. Saya berikan kekurangannya dulu:</p>
<ul>
<li>Berat dan besar untuk sebuah perangkat portabel, sehingga mungkin kurang nyaman untuk dibawa-bawa atau dimainkan dalam waktu lama</li>
<li>Baterai yang tidak terlalu tahan lama untuk game berat atau resolusi tinggi</li>
<li>Harga yang cukup mahal untuk sebuah konsol gaming portabel, terutama untuk versi storage yang besar walau sekarang harganya sudah mendekati Nintendo Switch OLED</li>
</ul>
<p>Lalu apa secara singkat kelebihan Steam Deck ini:</p>
<ul>
<li>Bisa menjalankan banyak game di Steam tanpa perlu instalasi tambahan atau optimisasi khusus</li>
<li>Bisa dihubungkan dengan monitor atau TV melalui dock khusus atau kabel USB-C, sehingga bisa dimainkan layaknya PC gaming</li>
<li>Bisa menginstal sistem operasi lain selain SteamOS, seperti Windows menggunakan microSD-nya</li>
<li>Bisa mengakses fitur-fitur Steam lainnya, seperti chat, friends list, cloud save, remote play, dll</li>
<li>Memiliki kontrol yang nyaman dan responsif, dengan adanya touchpad yang bisa digunakan sebagai mouse atau sebagai kontrol tambahan</li>
<li>Memiliki layar yang cukup luas dan berkualitas, dengan resolusi yang cukup tinggi dan refresh rate yang stabil</li>
<li>Memiliki pilihan storage yang bervariasi dan bisa diupgrade dengan microSD card</li>
</ul>
<h1 id="heading-kesimpulan">Kesimpulan</h1>
<p>Steam Deck merupakan gadget yang menarik untuk dibeli terutama bagi para gamer
yang mobile dan fleksibel. Dengan harga yang terjangkau, akses ke ribuan game,
portabilitas yang tinggi, spesifikasi teknis yang tinggi, serta meningkatnya
minat pada streaming game dan bisa jadi alternatif buat kerja, Steam Deck
layak menjadi pilihan. Meskipun demikian, tentu saja prioritas tetap pada
preferensi pribadi dan kebutuhan pengguna. Semoga tulisan ini bermanfaat bagi
para gamer yang sedang mempertimbangkan untuk membeli Steam Deck!</p>
]]></content:encoded></item><item><title><![CDATA[Review Zenbook 14 Flip OLED (UN5401QA): Tipis, pakai prosesor Ryzen 9, harga 15 juta]]></title><description><![CDATA[Bukan laptop gaming atau laptop yang mempunyai grafik dedicated. Keputusan
beli laptop tahun 2023 ini jatuh kepada Asus ZenBook 14 Flip OLED (UN5401QA).

Kenapa saya tertarik dengan laptop ini?
Pertama, sebenarnya karena saya memang mencari laptop ti...]]></description><link>https://devilpenakut.com/zenbook</link><guid isPermaLink="true">https://devilpenakut.com/zenbook</guid><dc:creator><![CDATA[Faizal]]></dc:creator><pubDate>Wed, 29 Mar 2023 01:03:52 GMT</pubDate><content:encoded><![CDATA[<p>Bukan laptop gaming atau laptop yang mempunyai grafik dedicated. Keputusan
beli laptop tahun 2023 ini jatuh kepada Asus ZenBook 14 Flip OLED (UN5401QA).</p>
<p><img src="__GHOST_URL__/content/images/2023/03/IMG_6751.jpeg" alt /></p>
<h1 id="heading-kenapa-saya-tertarik-dengan-laptop-ini">Kenapa saya tertarik dengan laptop ini?</h1>
<p>Pertama, sebenarnya karena saya memang mencari laptop tipis ringan 2in1.
Sebelumnya saya pakai Nitro 5 itu beratnya di atas 2 kg dan itu berat banget.
Belum lagi ditambah dengan <em>charger</em> -nya yang gede. Karenanya kali ini saya
mencari dengan berat di bawah 1.5 kg.</p>
<p>Terbiasa menggunakan laptop ringan di tempat kerja yang itu enak banget.
Masalah main game, saat ini saya sudah memakai Xbox Series S dan Steam Deck,
jadi ya kalau mau main game yang berat maka akan pakai Xbox, kalau mau dibuat
keluar rumah ya pakai Steam Deck.</p>
<p>Kedua, laptop harus memiliki kekuatan prosesor atau grafik yang cukup, bukan
prosesor dari seri rendah daya. Saya pernah menggunakan laptop dengan seri
prosesor hemat daya (seri U), ketika terhubung ke listrik performanya masih
baik. Namun ketika tidak terhubung ke listrik, performanya menurun drastis.
Padahal seri U-nya adalah kelas i7. Bayangkan jika seri yang dipilih adalah
kelas yang lebih rendah. Jadi, jika ingin performa yang baik meski sedikit
mengorbankan daya baterai, jangan memilih laptop dengan prosesor seri U.</p>
<p>Laptop ini diotaki oleh prosesor seri tinggi Zen 3 untuk laptop yaitu Ryzen 9
5900HX. Di dalamnya ada 8 core, 16 thread. Itu uda prosesor keren ketika
keluar 2021 lalu, dan saat ini sih masih dirasa kuat.</p>
<p><img src="__GHOST_URL__/content/images/2023/03/IMG_6754.jpeg" alt="IMG_6754.jpeg" /></p>
<p>Prosesor AMD saat ini semuanya menggunakan performance core, tidak seperti
Intel yang dibagi <em>performance core</em> dan <em>efficiency core</em>. Berarti adalah,
semua <em>core</em> -nya bisa dimanfaatkan maksimal. Banyak dipakai di laptop gaming
seperti Sitrix, jadi kekuatan processor itu uda ngga diragukan lagi. Apalagi
laptop ini mempunyai dua fan untuk mengeluarkan panas. Jadi mengurangi
kemungkinan adanya <em>throttling</em>.</p>
<p>Memang ada pengaruhnya terhadap baterai, tidak seirit yang mempunya
<em>efficiency core</em>. Namun, AMD Zen 3 terkenal dengan efisiensi penggunaan
dayanya. Meskipun menggunakan seluruh performance core, daya baterai bisa
bertahan cukup lama. Saya baru saja membeli laptop ini dan belum memilikinya
selama seminggu. Nanti, setelah penggunaan jangka panjang, saya akan update
kembali.</p>
<p>Ngga ada pilihan laptop tipis dengan <em>dedicated graphic card</em> diharga ini.
Memang ada ROG Flow X13, tapi sampai dengan saya beli harganya masih 23 juta
ke atas. Memang ada yang di bawah itu tapi itu tidak menggunakan GPU Dedicated
seperti ZenBook 14 Flip OLED ini. Jadi dengan body setipis ini dan berat hanya
1.4 kg saya rasa itu sudah cukup menarik tanpa dedicated graphic.</p>
<p>Pilihannya mengerucut menjadi tanpa GPU tapi bisa FLIP dan TOUCH, atau pakai
GPU RTX tapi ngga bisa FLIP dan TOUCH. Sayangnya ngga bisa pilih dua-duanya di
range harga ini. Kalau mau dua-duanya naik ke harga 23 juta untuk dapat ROG
Flow X13 yang saya ceritakan tadi.</p>
<p>Sebenarnya sempat pilihannya antara ZenBook 14 Flip OLED dan Vivobook Pro 15
OLED yang juga menggunakan prosesor yang sama, pakai OLED dan namun memakai
GPU RTX 3050, sayangnya nilai tambah ZenBook dengan <em>form facto</em> r 2in1 sangat
menggoda.</p>
<h1 id="heading-positif">Positif</h1>
<ul>
<li>Warna Jade Black/Hitam-nya keren. Sebenarnya dari <em>seller</em> -nya cuma tersedia warna Grey, tapi entah kenapa yang dikirim malah warna hitam ini. Dan memang sebenarnya yang dicari ya warna hitam ini.</li>
<li>Layar OLED emang ngga ada obat. Keren banget. Kalau kalian sudah terbiasa pakai layar OLED di ponsel, maka punya layar OLED di ukuran yang lebih besar itu sangat memanjakan mata sekali. Mungkin next OLED di TV kali ya. Apalagi layar OLED ini sudah mendukung <em>refresh rate</em> 90hz. Makin mulus dah itu pergerakan dilayar.</li>
</ul>
<p><img src="__GHOST_URL__/content/images/2023/03/IMG_6753.jpeg" alt="IMG_6753.jpeg" /></p>
<ul>
<li>Fan keluar berada di samping kanan kiri. Sehingga ketika laptop di pangkuan tidak akan terasa panas.</li>
</ul>
<p><img src="__GHOST_URL__/content/images/2023/03/IMG_6748.jpeg" alt="IMG_6748.jpeg" /></p>
<h1 id="heading-minus">Minus</h1>
<ul>
<li>Menurut saya, tombol home, page up, dan page down yang terpisah di sebelah kanan dari tombol lainnya tidaklah berguna. Tombol-tombol tersebut biasanya difungsikan dengan menggunakan shortcut FN, tetapi sekarang memiliki tombol tersendiri seperti keyboard full keys. Tombol home yang dekat dengan backspace juga sering tertekan tanpa sengaja.</li>
</ul>
<p><img src="__GHOST_URL__/content/images/2023/03/IMG_6749.jpeg" alt="IMG_6749.jpeg" /></p>
<ul>
<li>Membuka hinge laptop ini cukup sulit, mungkin karena tidak ada tonjolan di bagian layar untuk membukanya, atau mungkin cekungan di bagian <em>keyboard-</em>nya tidak cukup dalam.</li>
</ul>
<p><img src="__GHOST_URL__/content/images/2023/03/IMG_6752.jpeg" alt="IMG_6752.jpeg" /></p>
<ul>
<li>Klik kiri pada touchpad sering tertekan sendiri jika kita mengangkat laptop pada bagian kiri touchpad atau jika digunakan sebagai tatakan ketika mengetik dengan laptop dipangku. Saya sudah menanyakan hal ini ke layanan ASUS, namun belum mendapat jawaban.</li>
</ul>
<hr />
<p>Dengan bentuk dan ketipisan seperti ini, pada dasarnya ini adalah versi lain
dari Flow X13 tanpa GPU tambahan dan layar OLED. Walaupun demikian, meskipun
tidak ada tambahan GPU tambahan, laptop ini masih memiliki performa yang
sangat baik dalam menjalankan aplikasi dan game medium.</p>
<p>Selain itu, layar OLED yang luar biasa buat menonton video dan menjalankan
aplikasi menjadi menyenangkan. Tidak hanya itu, laptop ini juga dilengkapi
dengan baterai yang cukup awet. Kesimpulannya, walaupun tanpa <em>dedicated GPU,</em>
bentuk dan ketipisannya yang sama dengan Flow X13, bentuk 2in1, layar OLED,
dan performa oke. Laptop ini bisa dipilih untuk mencari laptop tipis di harga
15 juta.</p>
<p>Lokasi beli:</p>
<p><a target="_blank" href="https://tokopedia.link/uI6PHJcnVyb"><strong>Tokopedia</strong></a></p>
<p><a target="_blank" href="https://invl.io/clhxeln"><strong>Shopee</strong></a></p>
<p><a target="_blank" href="https://invl.io/clhxen0"><strong>Blibli</strong></a></p>
<p><img src="__GHOST_URL__/content/images/2023/03/IMG_6750-2.jpeg" alt /></p>
]]></content:encoded></item><item><title><![CDATA[Review Sony HT-RT3: Apakah Kualitas Audio Sebanding dengan Harganya?]]></title><description><![CDATA[Review Sony HT-RT3 ini sudah lama saya tulis namun baru kali ini bisa saya keluarkan.

Sony HT-RT3 adalah soundbar home theater 5.1 all-in-one yang dilengkapi dengan subwoofer. Sony HT-RT3 menawarkan solusi audio yang sederhana dan efektif untuk ruma...]]></description><link>https://devilpenakut.com/sony-hrt3</link><guid isPermaLink="true">https://devilpenakut.com/sony-hrt3</guid><dc:creator><![CDATA[Faizal]]></dc:creator><pubDate>Wed, 08 Feb 2023 10:29:54 GMT</pubDate><content:encoded><![CDATA[<p>Review Sony HT-RT3 ini sudah lama saya tulis namun baru kali ini bisa saya keluarkan.</p>
<p><img src="https://cdn.hashnode.com/res/hashnode/image/upload/v1730284206914/3ff5b604-efb3-4236-b509-2352846aabe9.jpeg" alt class="image--center mx-auto" /></p>
<p>Sony HT-RT3 adalah soundbar home theater 5.1 all-in-one yang dilengkapi dengan subwoofer. Sony HT-RT3 menawarkan solusi audio yang sederhana dan efektif untuk rumah.</p>
<p>Harga dulu ketika membeli speaker ini 3 jutaan. Dengan harga segitu sudah mendapat soundbar 5.1 menurut saya sudah good deal, dimana untuk merek lain kemungkinan hanya mendapat soundbar saja.</p>
<p><img src="https://cdn.hashnode.com/res/hashnode/image/upload/v1730284223828/ce39ccdc-7df0-4f8f-be3c-311be254774f.jpeg" alt class="image--center mx-auto" /></p>
<p>Soundbar ini memiliki fitur-fitur utama seperti teknologi DTS Digital Surround dan ClearAudio+ yang menghasilkan suara yang jernih dan berkualitas tinggi. Sony HT-RT3 juga memiliki konektivitas NFC dan Bluetooth, sehingga mudah dipasangkan dengan perangkat lain seperti smartphone atau tablet.</p>
<p>Salah satu keunggulan Sony HT-RT3 adalah kualitas suaranya yang bagus dibanding dengan harganya dan kemudahan penggunaannya. Teknologi Dolby Digital, dan ClearAudio+ menghasilkan suara yang jernih dan berkualitas tinggi, sementara subwoofer menambahkan bass yang cukup. Konektivitas NFC dan Bluetooth memudahkan untuk terhubung dengan perangkat lain, seperti smartphone atau tablet.</p>
<p><img src="https://cdn.hashnode.com/res/hashnode/image/upload/v1730284234980/14e2707c-2a6e-4563-b8c3-06a9fe8af32e.jpeg" alt class="image--center mx-auto" /></p>
<p>Salah satu kelemahan Sony HT-RT3 adalah suara subwoofer-nya yang dirasa kurang mantab dan keseimbangan suara yang tidak bagus. Jadi bisa suatu waktu suara kecil, namun tiba-tiba bisa menjadi kencang.</p>
<p>Dengan mempertimbangkan fitur, kelebihan, dan kekurangannya, kesimpulan dari ulasan ini adalah bahwa Sony HT-RT3 merupakan pilihan yang baik untuk masyarakat umum yang mencari solusi audio yang sederhana dan berkualitas tinggi untuk rumah. Meskipun ada beberapa kekurangannya.</p>
<p>Secara keseluruhan, Sony HT-RT3 adalah soundbar 5.1 yang hebat dan layak dipertimbangkan bagi mereka yang mencari solusi audio yang sederhana dan berkualitas tinggi untuk rumah. Namun, disarankan untuk mempertimbangkan dengan cermat kebutuhan dan anggaran Anda sebelum melakukan pembelian, untuk memastikan pilihan terbaik bagi Anda.</p>
]]></content:encoded></item><item><title><![CDATA[Efek Blooming pada TV LCD: Yang Perlu Anda Ketahui]]></title><description><![CDATA[Televisi LCD (Liquid Crystal Display) telah menjadi pilihan utama untuk
hiburan di rumah akhir-akhir ini. LCD menawarkan gambar yang jernih dan tajam,
pengalaman menonton yang luar biasa, dan kisaran harga yang terjangkau. Namun
demikian, satu masala...]]></description><link>https://devilpenakut.com/efek-blooming</link><guid isPermaLink="true">https://devilpenakut.com/efek-blooming</guid><dc:creator><![CDATA[Faizal]]></dc:creator><pubDate>Mon, 06 Feb 2023 07:11:39 GMT</pubDate><content:encoded><![CDATA[<p>Televisi LCD (Liquid Crystal Display) telah menjadi pilihan utama untuk
hiburan di rumah akhir-akhir ini. LCD menawarkan gambar yang jernih dan tajam,
pengalaman menonton yang luar biasa, dan kisaran harga yang terjangkau. Namun
demikian, satu masalah yang terkenal pada TV LCD adalah "efek blooming".
Masalah ini adalah masalah umum yang dihadapi oleh banyak pengguna TV LCD dan
dapat sangat memengaruhi pengalaman menonton.</p>
<p>Efek blooming adalah artefak visual yang terjadi apabila area gambar yang
cerah ditampilkan pada latar belakang yang gelap. Area yang cerah cenderung
"menyala" ke area gelap di sekitarnya, menghasilkan lingkaran cahaya atau
"blooming" di sekeliling objek yang cerah. Hal ini bisa mengurangi kualitas
dan kejernihan gambar, sehingga sulit untuk melihat detail halus dalam gambar.
Efek blooming khususnya terlihat jelas dalam pemandangan yang gelap, dan ini
bisa sangat mengganggu, serta mengurangi pengalaman menonton secara
keseluruhan.</p>
<p>Efek blooming disebabkan oleh cara kerja televisi LCD. Pada TV LCD, cahaya
diteruskan melalui lapisan kristal cair dan kemudian melalui lampu latar untuk
menciptakan gambar. Ketika objek yang terang ditampilkan, kristal cair di area
sekitarnya menjadi transparan untuk sementara, sehingga cahaya latar dapat
bersinar. Hal ini menghasilkan "bleed" ke area yang gelap, menciptakan efek
mekar.</p>
<p>Untuk meminimalkan efek blooming, produsen menggunakan sejumlah teknik,
misalnya, mengurangi cahaya latar atau menggunakan peredupan lokal (local
dimming) untuk mengontrol output cahaya pada masing-masing bagian layar. Semua
teknik ini bisa membantu mengurangi jumlah blooming yang terjadi, tetapi tidak
selalu sepenuhnya efektif. Untuk pengalaman menonton yang terbaik, dianjurkan
untuk memilih TV LCD dengan rasio kontras tinggi, yang mengukur perbedaan
antara area gambar yang paling terang dan paling gelap.</p>
<p>Kesimpulannya, efek blooming adalah masalah umum yang dihadapi oleh pengguna
TV LCD, tetapi ini bukan masalah utama bagi semua orang. Meskipun efek ini
bisa mengurangi kualitas dan kejernihan gambar, namun para produsen terus
berupaya untuk mengurangi kemunculannya. Jika Anda sedang mencari TV LCD baru,
pastikan Anda mencari model dengan rasio kontras tinggi dan mempertimbangkan
jenis konten yang akan Anda tonton untuk menentukan opsi terbaik bagi Anda.</p>
<p>Ini yang saya hadapi dengan TV QNED80 55 inch-nya LG, efek blooming ini sangat
terlihat. Mungkin bisa menjadi pertimbangan bagi yang mencari TV khususnya
tipe ini. Mungkin bisa yang menggunakan Mini LED atau liat punya Sony. Saya
tidak menyarankan Samsung, karena sampai saat ini di smart tv Samsung belum
ada aplikasi Disney Plus.</p>
]]></content:encoded></item><item><title><![CDATA[Beberapa kesalahan dalam penggunaan QRIS oleh merchant/toko]]></title><description><![CDATA[1. Pakai banyak pengakuisisi/bank/dompet digital.
Dengan menggunakan QRIS, merchant tidak perlu menyediakan banyak kode QR untuk setiap pengakuisisi atau dompet digital yang ingin digunakan oleh pelanggan.
Cukup dengan menyediakan satu kode QRIS atau...]]></description><link>https://devilpenakut.com/kesalahan-qris</link><guid isPermaLink="true">https://devilpenakut.com/kesalahan-qris</guid><category><![CDATA[qris]]></category><dc:creator><![CDATA[Faizal]]></dc:creator><pubDate>Mon, 19 Dec 2022 08:31:28 GMT</pubDate><content:encoded><![CDATA[<h3 id="heading-1-pakai-banyak-pengakuisisibankdompet-digital">1. Pakai banyak pengakuisisi/bank/dompet digital.</h3>
<p>Dengan menggunakan QRIS, merchant tidak perlu menyediakan banyak kode QR untuk setiap pengakuisisi atau dompet digital yang ingin digunakan oleh pelanggan.</p>
<p>Cukup dengan menyediakan satu kode QRIS atau merchant PAN, pelanggan dapat menggunakan pengakuisisi atau dompet digital yang mereka miliki untuk membayar produk atau layanan yang ditawarkan oleh merchant.</p>
<p>Ini akan memudahkan proses pembayaran bagi pelanggan dan merchant, serta meminimalkan kemungkinan terjadinya kesalahan atau kekeliruan dalam trans baksi.</p>
<div class="embed-wrapper"><div class="embed-loading"><div class="loadingRow"></div><div class="loadingRow"></div></div><a class="embed-card" href="https://twitter.com/harmanwardani/status/1437404728263016450">https://twitter.com/harmanwardani/status/1437404728263016450</a></div>
<p> </p>
<h3 id="heading-2-sudah-ada-edc-tapi-menggunakan-papan-terpisah-buat-menampikan-kode-qris">2. Sudah ada EDC tapi menggunakan papan terpisah buat menampikan kode QRIS</h3>
<p>Dengan menggunakan EDC yang sudah terintegrasi dengan fitur QRIS, merchant tidak perlu lagi menggunakan papan terpisah atau perangkat tambahan untuk menampilkan kode QRIS. Cukup dengan menampilkan kode QRIS di layar EDC, pelanggan dapat membayar dengan menggunakan pengakuisisi atau dompet digital yang mendukung QRIS.</p>
<p>Selain lebih praktis, penggunaan EDC yang sudah terintegrasi dengan QRIS juga akan mempermudah proses transaksi bagi pelanggan dan merchant, karena transaksi dapat diproses secara otomatis sesuai dengan approval dari EDC.</p>
<div class="embed-wrapper"><div class="embed-loading"><div class="loadingRow"></div><div class="loadingRow"></div></div><a class="embed-card" href="https://twitter.com/esb_indonesia/status/1565525244713938944">https://twitter.com/esb_indonesia/status/1565525244713938944</a></div>
<p> </p>
<h3 id="heading-3-pakai-papan-kode-qris-manual-tapi-ponsel-untuk-notifikasi-transaksi-tidak-dipegang-kasir-pernah-transaksi-qris-tapi-minta-buktinya-di-foto-atau-kirim-wa">3. Pakai papan kode QRIS manual tapi ponsel untuk notifikasi transaksi tidak dipegang kasir Pernah transaksi QRIS tapi minta buktinya di foto atau kirim WA?</h3>
<p>Dengan menggunakan papan kode QRIS manual, merchant harus terus memantau transaksi yang terjadi untuk memastikan bahwa setiap transaksi berhasil dilakukan dengan benar. Hal ini bisa menjadi tantangan bagi merchant jika ponsel atau sistem yang digunakan untuk mengecek notifikasi transaksi tidak selalu dipegang oleh kasir.</p>
<p>Ada kemungkinan transaksi yang gagal atau terjadi penipuan yang tidak terdeteksi, sehingga dapat menimbulkan kerugian bagi merchant. Oleh karena itu, lebih disarankan untuk menggunakan EDC yang sudah terintegrasi dengan fitur QRIS, sehingga transaksi dapat diproses secara otomatis sesuai dengan approval dari EDC dan tidak perlu terus-menerus memantau transaksi secara manual.</p>
<h3 id="heading-4-ini-akibat-juga-karena-nomor-1-penggunaan-qris-tidak-perlu-spesifik-ditanya-bayar-qris-nya-pakai-apa-kak">4. Ini akibat juga karena nomor 1, penggunaan QRIS tidak perlu spesifik ditanya “bayar QRIS nya pakai apa kak?”</h3>
<p>Ingat <strong>QRIS itu bisa diterima dari mana saja</strong>, tidak perlu ditanya sumbernya dari mana. Hal ini dapat menyebabkan pelanggan merasa bingung dan tidak yakin dengan metode pembayaran yang digunakan ketika melakukan transaksi.</p>
<hr />
<p>Semoga bisa membantu merchant menghindari hal2 yang tidak diinginkan ketika menerima pembayaran dengan QRIS. QRIS itu memudahkan banget bagi konsumen, tapi jangan membuat merchant rugi. Oke!</p>
]]></content:encoded></item><item><title><![CDATA[Review Mi Robot Vacuum-Mop 2 Lite: Robot Vakum yang terjangkau dan efektif]]></title><description><![CDATA[Mi Robot Vacuum Mop 2 Lite adalah robot vakum yang ringkas dan terjangkau yang
mampu mengatasi debu dan kotoran kering di lantai Anda. Memiliki motor yang
cukup kuat yang mampu menyedot kotoran, debu, dan kotoran lainnya dari lantai
Anda, dan fungsi ...]]></description><link>https://devilpenakut.com/mi-robot-vacuum</link><guid isPermaLink="true">https://devilpenakut.com/mi-robot-vacuum</guid><dc:creator><![CDATA[Faizal]]></dc:creator><pubDate>Tue, 13 Dec 2022 13:47:42 GMT</pubDate><content:encoded><![CDATA[<p>Mi Robot Vacuum Mop 2 Lite adalah robot vakum yang ringkas dan terjangkau yang
mampu mengatasi debu dan kotoran kering di lantai Anda. Memiliki motor yang
cukup kuat yang mampu menyedot kotoran, debu, dan kotoran lainnya dari lantai
Anda, dan fungsi mengepelnya memungkinkannya untuk secara efektif membersihkan
tumpahan basah.</p>
<p><img src="https://cdn.hashnode.com/res/hashnode/image/upload/v1730255416016/3166f30a-f1f7-49cc-89bf-15343a78f698.jpeg" alt /></p>
<p>Salah satu fitur menonjol dari Mi Robot Vacuum Mop 2 Lite adalah kemampuannya
untuk menavigasi di sekitar rintangan dan furnitur dengan mudah. Sistem
pemetaan cerdasnya secara zigzag memungkinkannya membuat peta rinci rumah
Anda, yang digunakannya untuk membersihkan lantai Anda secara efisien tanpa
melewatkan satu tempat pun.</p>
<p><img src="https://cdn.hashnode.com/res/hashnode/image/upload/v1730255417854/4964f903-587c-4b20-8d0d-d40e923ec4ab.jpeg" alt /></p>
<p>Ini berarti Anda dapat mengaturnya untuk membersihkan dan kemudian
melupakannya, mengetahui bahwa ia akan melakukan pekerjaan menyeluruh tanpa
terjebak atau menyebabkan kerusakan pada furnitur Anda. Bahkan jika pekerjaan
belum selesai dan baterai mau habis dia bisa kembali ke dudukan pengisi
dayanya secara otomatis.</p>
<p>Fitur hebat lainnya dari Mi Robot Vacuum Mop 2 Lite adalah masa pakai
baterainya yang lama. Ini dapat berjalan hingga 2 jam dengan sekali pengisian
daya, yang merupakan waktu yang cukup untuk membersihkan sebagian besar rumah.
Ini berarti Anda tidak perlu khawatir untuk terus-menerus mengisi ulang, dan
Anda bahkan dapat mengaturnya untuk membersihkan saat Anda keluar rumah.</p>
<p>Selain untuk menyedot debu, Mi Robot Vacuum Mop 2 Lite dapat juga untuk
mengepel. Fitur pel ini cukup canggih, dapat mengeluarkan air seperlunya untuk
memastikan kain pel dan lantai tidak terlalu basah. Namun kekurangannya tidak
boleh menggunakan cairan pembersih apa pun, hanya air saja.</p>
<p>Salah satu kelemahan potensial dari Mi Robot Vacuum Mop 2 Lite adalah tidak
memiliki daya isap terkuat dibandingkan dengan beberapa penyedot debu robot
lainnya di pasaran. Ini berarti ini mungkin bukan pilihan terbaik untuk rumah
dengan banyak karpet tebal atau kotoran yang cukup banyak. Namun, untuk
sebagian besar rumah tangga normal, itu harus lebih dari cukup.</p>
<p><img src="https://cdn.hashnode.com/res/hashnode/image/upload/v1730255420107/22ee4487-1eb3-49c8-b7b3-0fcdb7881ac5.jpeg" alt /></p>
<p>Secara keseluruhan, Mi Robot Vacuum Mop 2 Lite adalah pilihan yang bagus untuk
siapa saja yang mencari vakum robot yang terjangkau dan efektif yang dapat
mengatasi kekacauan kering dan basah di lantai mereka. Navigasinya yang cerdas
dan masa pakai baterai yang lama menjadikannya pilihan yang nyaman untuk
menjaga kebersihan rumah Anda tanpa merasa lelah.</p>
<h3 id="heading-tempat-beli">Tempat beli:</h3>
<ul>
<li><a target="_blank" href="https://invl.io/clfffww">Shopee</a></li>
<li><a target="_blank" href="https://invol.co/clflo9d">Lazada</a></li>
<li><a target="_blank" href="https://tokopedia.link/ItZb85knVyb">Tokopedia</a></li>
</ul>
]]></content:encoded></item><item><title><![CDATA[Memahami Pemblokiran DNS: Cara Kerja dan Keterbatasannya]]></title><description><![CDATA[Pengenalan DNS dan cara kerjanya
DNS, atau Domain Name System (Sistem Nama Domain), adalah sistem yang digunakan untuk menerjemahkan nama situs web yang dapat dibaca manusia (seperti google.com) ke dalam alamat IP numerik yang digunakan komputer untu...]]></description><link>https://devilpenakut.com/pemblokiran-dns</link><guid isPermaLink="true">https://devilpenakut.com/pemblokiran-dns</guid><category><![CDATA[dns]]></category><dc:creator><![CDATA[Faizal]]></dc:creator><pubDate>Mon, 05 Dec 2022 04:03:39 GMT</pubDate><content:encoded><![CDATA[<h2 id="heading-pengenalan-dns-dan-cara-kerjanya">Pengenalan DNS dan cara kerjanya</h2>
<p>DNS, atau Domain Name System (Sistem Nama Domain), adalah sistem yang digunakan untuk menerjemahkan nama situs web yang dapat dibaca manusia (seperti google.com) ke dalam alamat IP numerik yang digunakan komputer untuk berkomunikasi satu sama lain di internet.</p>
<p>Ketika Anda memasukkan nama situs web ke dalam browser Anda, komputer Anda mengirimkan permintaan ke server DNS untuk mencari alamat IP yang sesuai. Server DNS kemudian merespons dengan alamat IP, sehingga komputer Anda dapat terhubung ke situs web yang benar.</p>
<h2 id="heading-perlunya-pemblokiran-iklan-dns-dan-bagaimana-hal-itu-dapat-meningkatkan-pengalaman-dan-privasi-pengguna">Perlunya pemblokiran iklan DNS dan bagaimana hal itu dapat meningkatkan pengalaman dan privasi pengguna</h2>
<p>Pemblokiran iklan DNS adalah teknik yang digunakan untuk mencegah iklan dikirimkan ke perangkat pengguna. Hal ini dapat meningkatkan pengalaman pengguna dengan mengurangi jumlah iklan yang mengganggu atau tidak diinginkan yang mereka lihat, dan juga dapat meningkatkan privasi mereka dengan mencegah pengiklan melacak aktivitas online mereka.</p>
<p>Salah satu cara pemblokiran iklan DNS dapat diimplementasikan adalah dengan menggunakan server DNS yang dikonfigurasi untuk memblokir permintaan ke domain iklan yang dikenal. Ketika perangkat pengguna mencoba mengakses iklan, server DNS akan mencegat permintaan dan mencegahnya mencapai server iklan, yang secara efektif memblokir iklan agar tidak ditayangkan.</p>
<p>Cara lain untuk menerapkan pemblokiran iklan DNS adalah dengan menggunakan proxy DNS lokal pada perangkat pengguna. Proxy ini dapat mencegat permintaan DNS dan memblokirnya berdasarkan daftar domain iklan yang diketahui. Pendekatan ini memiliki keuntungan karena lebih fleksibel dan dapat disesuaikan, karena pengguna dapat memperbarui daftar domain yang diblokir sesuai kebutuhan.</p>
<p>Secara keseluruhan, pemblokiran iklan DNS dapat meningkatkan pengalaman pengguna dengan mengurangi jumlah iklan yang ditayangkan, dan juga dapat meningkatkan privasi dengan mencegah pengiklan melacak aktivitas online pengguna.</p>
<h2 id="heading-cara-kerja-pemblokiran-iklan-dns-dan-potensi-keterbatasannya">Cara kerja pemblokiran iklan DNS dan potensi keterbatasannya</h2>
<p>Pemblokiran iklan DNS bekerja dengan mencegat permintaan DNS yang dibuat oleh perangkat pengguna dan memblokirnya jika permintaan tersebut untuk domain iklan yang diketahui. Hal ini dapat dilakukan dengan menggunakan server DNS yang dikonfigurasi untuk memblokir permintaan ke domain-domain ini atau dengan menggunakan proxy DNS lokal pada perangkat pengguna.</p>
<p>Salah satu batasan potensial dari pemblokiran iklan DNS adalah bahwa pemblokiran ini bergantung pada daftar domain iklan yang diketahui. Jika server iklan baru disiapkan atau jika server iklan yang sudah ada mengubah nama domainnya, mungkin tidak termasuk dalam daftar domain yang diblokir. Dalam hal ini, pemblokir iklan DNS mungkin tidak dapat mencegah iklan ditayangkan dari domain-domain ini.</p>
<p>Keterbatasan potensial lainnya adalah bahwa beberapa pengiklan mungkin menggunakan teknik lain untuk menayangkan iklan, seperti menggunakan alamat IP alih-alih nama domain. Dalam hal ini, pemblokir iklan DNS mungkin tidak dapat memblokir iklan, karena hanya dapat memblokir permintaan berdasarkan nama domain.</p>
<p>Secara keseluruhan, meskipun pemblokiran iklan DNS dapat menjadi cara yang efektif untuk mengurangi jumlah iklan yang dikirimkan ke perangkat pengguna, namun ini bukan solusi yang sempurna dan mungkin memiliki beberapa keterbatasan.</p>
<h2 id="heading-metode-umum-untuk-menerapkan-pemblokiran-iklan-dns-termasuk-menggunakan-server-dns-pihak-ketiga-dan-solusi-perangkat-lunak">Metode umum untuk menerapkan pemblokiran iklan DNS, termasuk menggunakan server DNS pihak ketiga dan solusi perangkat lunak</h2>
<p>Ada beberapa metode umum untuk menerapkan pemblokiran iklan DNS, termasuk menggunakan server DNS pihak ketiga dan solusi perangkat lunak.</p>
<p>Salah satu metodenya adalah menggunakan server DNS pihak ketiga yang secara khusus dikonfigurasi untuk memblokir permintaan ke domain iklan yang dikenal. Hal ini dapat dilakukan dengan mengubah pengaturan DNS pada perangkat pengguna untuk menggunakan server DNS pihak ketiga, bukan server DNS default ISP mereka. Banyak penyedia DNS menawarkan pemblokiran iklan sebagai fitur, dan beberapa bahkan memungkinkan pengguna untuk menyesuaikan daftar domain yang diblokir.</p>
<p>Metode lainnya adalah menggunakan solusi perangkat lunak yang bertindak sebagai proxy DNS lokal pada perangkat pengguna. Jenis perangkat lunak ini dapat mencegat permintaan DNS dan memblokirnya berdasarkan daftar domain iklan yang diketahui. Banyak program pemblokiran iklan, seperti AdBlock Plus dan uBlock Origin, menggunakan pendekatan ini.</p>
<p>Secara keseluruhan, ada beberapa metode umum untuk mengimplementasikan pemblokiran iklan DNS, dan metode yang paling tepat akan tergantung pada kebutuhan dan preferensi spesifik pengguna.</p>
<h2 id="heading-praktik-terbaik-untuk-menerapkan-pemblokiran-iklan-dns-termasuk-memperbarui-daftar-blokir-secara-teratur-dan-menggunakan-beberapa-metode-untuk-efektivitas-maksimum">Praktik terbaik untuk menerapkan pemblokiran iklan DNS, termasuk memperbarui daftar blokir secara teratur dan menggunakan beberapa metode untuk efektivitas maksimum.</h2>
<p>Gunakan penyedia DNS pihak ketiga yang memiliki reputasi baik atau perangkat lunak pemblokiran iklan seperti <a target="_blank" href="https://nextdns.io/?from=nhfym3nu">NextDNS</a>, <a target="_blank" href="https://controld.com/">ControlD</a>. Ada banyak penyedia DNS dan program pemblokiran iklan yang tersedia, dan penting untuk memilih salah satu yang dapat diandalkan dan memiliki reputasi yang baik.</p>
<p>Sesuaikan daftar domain yang diblokir agar sesuai dengan kebutuhan Anda. Beberapa penyedia DNS dan program pemblokiran iklan memungkinkan pengguna untuk menyesuaikan daftar domain yang diblokir. Ini bisa berguna jika Anda ingin memblokir jenis iklan tertentu atau mengizinkan iklan tertentu untuk dikirimkan.</p>
<p>Gunakan VPN untuk mengenkripsi lalu lintas internet Anda. Menggunakan VPN dapat membantu melindungi privasi Anda dan mencegah pengiklan melacak aktivitas online Anda.</p>
]]></content:encoded></item><item><title><![CDATA[Kemana band pop Indonesia?]]></title><description><![CDATA[Pernah dengar nama Pilot, Vagetoz, Flanella, Utopia, Hijau Daun?
Mungkin mereka ngga seterkenal Sheila on 7, Dewa, Padi tapi cukup memberi warna di musik Indonesia tahun 2000 an.
Memang beberapa ada yang one hit wonder, ada yang bisa bertahan beberap...]]></description><link>https://devilpenakut.com/band-pop-indonesia</link><guid isPermaLink="true">https://devilpenakut.com/band-pop-indonesia</guid><dc:creator><![CDATA[Faizal]]></dc:creator><pubDate>Fri, 21 Oct 2022 07:50:16 GMT</pubDate><content:encoded><![CDATA[<p>Pernah dengar nama Pilot, Vagetoz, Flanella, Utopia, Hijau Daun?</p>
<p>Mungkin mereka ngga seterkenal Sheila on 7, Dewa, Padi tapi cukup memberi warna di musik Indonesia tahun 2000 an.</p>
<p>Memang beberapa ada yang one hit wonder, ada yang bisa bertahan beberapa album, ada yang sukses cuma 1 album.</p>
<div class="embed-wrapper"><div class="embed-loading"><div class="loadingRow"></div><div class="loadingRow"></div></div><a class="embed-card" href="https://music.youtube.com/playlist?list=RDCLAK5uy_n8TF7zJYjsxhmtGa7h_YcxUgIdta4ruxE">https://music.youtube.com/playlist?list=RDCLAK5uy_n8TF7zJYjsxhmtGa7h_YcxUgIdta4ruxE</a></div>
<p> </p>
<p>Tapi sepertinya dimasa itu untuk membuat group band pop dan mengeluarkan album ngga perlu harus punya suara bagus atau lagu-lagu berbahasa Inggris.</p>
<p>Cukup dengan melodi yang enak, terutama pop mendayu, cukup untuk menarik pendengar.</p>
<p>Padahal dengan <em>platform</em> seperti Spotify, Apple Music, bahkan TikTok memudahkan orang untuk mengeluarkan <em>single</em> atau album dan promosi gratis.</p>
<p>Tidak perlu dipusingkan dengan kontrak label rekaman, keharusan membawakan musik sesuai arahan pasar, atau uang untuk promosi album.</p>
<p>Tapi kenapa sekarang menjadi jarang?</p>
<p>Apakah karena dulu adalah kehebatan label rekaman yang bisa melakukan promosi yang masif?<br />Apakah karena TV yang dulu merupakan media promosi musik sekarang porsinya hampir tidak ada?</p>
<p>Apakah sekarang karena tuntutan media sosial sehingga menjadi takut buat berkarya?</p>
<p>Atau mungkin saya saja yang kurang <em>update</em>?</p>
<p>Semoga alasannya yang terakhir.</p>
]]></content:encoded></item><item><title><![CDATA[Homescreen / Layar Utama saya di 2022]]></title><description><![CDATA[iOS bisa diatur ada ruang kosong di homescreen kok

Ini kali pertama saya membuat postingan semacam ini. Tapi kayanya asik juga
untuk melihat perubahan setiap awal tahun apa yang ada di homescreen ponsel
saya.
Widget
Apple bukan yang pertama, tapi im...]]></description><link>https://devilpenakut.com/homescreen-2022</link><guid isPermaLink="true">https://devilpenakut.com/homescreen-2022</guid><dc:creator><![CDATA[Faizal]]></dc:creator><pubDate>Mon, 24 Jan 2022 08:16:05 GMT</pubDate><content:encoded><![CDATA[<h2 id="heading-ios-bisa-diatur-ada-ruang-kosong-di-homescreen-kok">iOS bisa diatur ada ruang kosong di <em>homescreen</em> kok</h2>
<p><img src="https://cdn.hashnode.com/res/hashnode/image/upload/v1730255402665/07eb583f-71f6-4c72-8eda-3b6677089132.jpeg" alt /></p>
<p>Ini kali pertama saya membuat <em>postingan</em> semacam ini. Tapi kayanya asik juga
untuk melihat perubahan setiap awal tahun apa yang ada di <em>homescreen</em> ponsel
saya.</p>
<h2 id="heading-widget">Widget</h2>
<h3 id="heading-apple-bukan-yang-pertama-tapi-implementasi-paling-bagus">Apple bukan yang pertama, tapi implementasi paling bagus</h3>
<p> <em>Widget</em> di <em>homescreen</em> saya ada 3 buah,</p>
<h3 id="heading-widget-kalender">Widget kalender</h3>
<p> <em>Widget</em> ini berguna tentunya untuk menampilkan tanggal, ada acara apa di
kalender.</p>
<p>Biasanya ini digunakan untuk melihat hari libur apa dalam waktu dekat ini.
Hari libur ini bukan manual kita <em>input</em> satu-satu namun merupakan salah satu
<a target="_blank" href="https://calendar.google.com/calendar/u/0/r/settings/browsecalendars">fitur yang ada di dalam Google
Calendar</a>
untuk <strong>menambahkan hari libur Indonesia</strong>.</p>
<p><img src="https://cdn.hashnode.com/res/hashnode/image/upload/v1730255404257/25b130dc-797a-4936-97f8-52d8da1aeba4.png" alt /></p>
<p>Selanjutnya untuk melihat jadwal tim kesayangan saya AC Milan. Penambahan
jadwal ini juga bukan kita <em>input</em> satu-satu, namun menggunakan layanan
<a target="_blank" href="https://fixtur.es/en/team/ac-milan"><strong>fixtur.es</strong></a><em>**</em> yang mana juga
tersedia untuk tim sepakbola lain. Silakan <em>browsing</em> di webnya.</p>
<p>Begitu juga untuk jadwal lainnya. Kamu bisa mencari layanan seperti ini untuk
hal lain seperti jadwal peluncuran produk <em>tech</em> , jadwal FPL dll.</p>
<h3 id="heading-widget-saran-aplikasi-siri">Widget saran aplikasi Siri</h3>
<p> <em>Widget</em> kedua adalah membiarkan dua baris ini tergantung [<strong>Siri mau
menyarankan apa</strong>](https://support.apple.com/guide/iphone/about-siri-
suggestions-iph6f94af287/ios)<strong>.</strong><em>Widget</em> ini akan mempelajari di waktu yang
sama setiap hari kira-kira kamu akan membuka aplikasi apa.</p>
<p>Kadang <em>random</em> , tapi kadang juga berguna karena menarik misal pada pagi hari
saya suka buka Google Keep maka di waktu yang sama aplikasi Google Keep akan
tertampil di homescreen.</p>
<p>Coba saja, siapa tahu memang berguna buat kamu.</p>
<h3 id="heading-widget-small-blank">Widget "Small Blank"</h3>
<p><em>Widget</em> ini yang membantu mengatur ikon di <em>homescreen</em> iOS agar tidak selalu
rata kiri, namun bisa dibuat sesuai keinginan kita seperti di <em>homescreen</em>
Android.</p>
<p>Itulah kenapa di <em>homescreen</em> saya bisa ada ruang kosong di bagian kiri yang
menurut saya merupakan bagian yang susah untuk dijangkau untuk peletakan ikon
aplikasi.</p>
<p>Widget ini didapatkan dengan mengunduh aplikasi [<strong>MD Blank - Transparent
widget</strong>](https://apps.apple.com/us/app/md-blank-transparent-
widget/id1551277937)<em>**</em> dari App Store.</p>
<p><img src="https://cdn.hashnode.com/res/hashnode/image/upload/v1730255405432/559189cd-ab76-4259-8aee-7090b4f4c679.png" alt /></p>
<p>Panduan penggunaan cukup jelas, namun bila ingin dijelaskan silakan komentar
di bawah nanti saya buat di <em>postingan</em> lain.</p>
<h2 id="heading-social-networking">Social Networking</h2>
<h3 id="heading-walau-didalamnya-tidak-ada-sosmed">Walau didalamnya tidak ada sosmed</h3>
<p>Grup pertama di <em>homescreen</em> saya adalah grup "Social Networking" walau isinya
malah bukan aplikasi media sosial, namun inilah "Social Networking" saya,
lebih tepatnya aplikasi pesan.</p>
<h3 id="heading-telegram">Telegram</h3>
<p>Aplikasi pesan yang didalamnya banyak fitur dan bot yang banyak orang tidak
tau. Walau beberapa ada bot yang di zona abu-abu namun untuk pada kebanyakan
bisa membantu.</p>
<p>Contoh ada <a target="_blank" href="https://t.me/hotelhuntbot">@hotelhunt</a> yang membantu untuk mencari
harga termurah dari hotel di Booking.com ditanggal yang kita mau. Lalu ada
<a target="_blank" href="https://t.me/thefeedreaderbot">@TheFeedReaderBot</a> yang bisa bikin feed RSS di
Telegram.</p>
<p>Fitur bawaan yang sangat berguna juga untuk menyimpan apapun di fitur "save
message". Jadi disini bisa dikatakan merupakan fitur penyimpanan unlimited.
mau teks, gambar, video, file apapun bisa. Jangan lupa kalau semua itu tanpa
biaya.</p>
<h3 id="heading-messagespesan">Messages/Pesan</h3>
<p>Ya ini standar lah ya, apalagi kalau ngga dibuat untuk terima spam. 😁</p>
<p>Becanda. App ini tetep berguna untuk menerima OTP dsb. Baik untuk login
ataupun untuk perkara transaksi. Tapi saya termasuk yang belum mengaktifkan
iMessage-nya karena di Indonesia jarang yang pakai, dan takut SMS biasa malah
ngga sampai.</p>
<h3 id="heading-spark">Spark</h3>
<p><a target="_blank" href="https://sparkmailapp.com/">Spark </a>ini salah satu aplikasi email terbaik,
lintas Android iOS juga. Tapi sayang belum ada <em>native</em> di Windows. Jadi ya
harus pakai versi web masing-masing kalau di Windows.</p>
<p>Dia bisa <em>sync</em> seluruh email yang kita punya dengan cukup <em>login</em> satu akun
saja.</p>
<p>Cocok buat kamu yang punya banyak akun email. Ada <em>unified inbox</em> nya juga.</p>
<h2 id="heading-travel">Travel</h2>
<h3 id="heading-lebih-tepatnya-belanja-walau-memang-bisa-buat-jalan-jalan-juga">Lebih tepatnya belanja 😁 walau memang bisa buat jalan-jalan juga</h3>
<h3 id="heading-grab">Grab</h3>
<p>Masih menjadi andalan dibandingkan dengan Gojek. Karena jelas, promo lebih
banyak di Grab. Bakar uang masing kenceng bos.</p>
<h3 id="heading-gojek">Gojek</h3>
<p>Ya walau menjadi pilihan kedua tapi untuk pembayaran QR, Gopay masih banyak
promonya. Terutama kalau ada voucher-voucher cashback ajaib. Cashback-nya juga
ngga masuk ke point apa ke reward, tapi langsung kembali lagi ke saldo utama.
Mantab.</p>
<h3 id="heading-tokopedia">Tokopedia</h3>
<p>Toko ijo ini jelas menjadi marketplace pilihan pertama. Pilihan barang banyak,
cenderung lebih merasa aman dibanding Lazada dan JD. Apalagi untuk promo
gratis ongkir dalam kota pakai Gojek yang sangat membantu.</p>
<h3 id="heading-shopee">Shopee</h3>
<p>Nah marketplace oranye ini lebih banyak digunakan ketika ada promo angka
kembar (1.1, 2.2, 3.3 dst) karena gratis ongkirnya bisa dipakai untuk banyak
toko dalam satu keranjang, bukan hanya terbatas untuk satu toko.</p>
<p>Keunggulan lain adalah untuk mencari produk digital yang memang ngga ada
ongkos kiri, seperti beli akun Spotify, Netflix dkk. Saya masih heran kenapa
Tokopedia belum mengeluarkan fitur seperti ini.</p>
<h3 id="heading-spotify">Spotify</h3>
<p>Jelas pilihan pertama untuk mendengarkan lagu ketika perjalanan berangkat dan
pulang kerja. Secara suara memang ngga sebagus Apple Music, tapi pengalaman
aplikasinya masih tetap lebih bagus dari Apple Music. Apple Music itu walau di
iPhone tetap sering telat loading-nya.</p>
<h2 id="heading-news-social">News / Social</h2>
<h3 id="heading-instagram">Instagram</h3>
<p>Inilah dunia paling tipu-tipu didunia. Ya anggap <em>aja</em> kita mengikuti seperti
TV yang berjalan terus yang menampilkan berita seseorang lagi <em>ngapain</em> dan
kemana. Plus dengan filter kepalsuannya.</p>
<p>Jangan salah, seperti sinetron di TV yang <em>tetep</em> banyak penontonnya,
Instagram juga begitu.</p>
<h3 id="heading-twitter">Twitter</h3>
<p>Inilah aplikasi berita sebenarnya. Apalagi kalau home feed nya dirubah ke
"latest/terbaru" dah berita paling baru pun akan ter-update terus.</p>
<p>Daripada kalau bosen buka IG lebih baik buka ini deh. Inilah dunia yang
sebenarnya, bukan tipu-tipu lagi.</p>
<h3 id="heading-flipboard">Flipboard</h3>
<p>Aplikasi ini beneran aplikasi untuk berita, yang isinya bisa kita pilih dan
dengan tampilan yang menarik.</p>
<p>Sumbernya bisa dari website, Twitter, Facebook, Reddit. Terserah kita.</p>
<p><img src="https://cdn.hashnode.com/res/hashnode/image/upload/v1730255406740/2bf39a19-fea8-4ecb-8036-f517de2e6347.jpeg" alt /></p>
<h2 id="heading-photo-amp-video">Photo &amp; Video</h2>
<h3 id="heading-photos">Photos</h3>
<p>Ya ini aplikasi bawaan iPhone untuk melihat foto ngga lebih dari itu, kadang
editor standar-nya juga kadang dipakai bila ingin update-update cepat. Selain
itu aplikasi pengelolaan foto utama ada di Goggle Photos</p>
<h3 id="heading-google-photos">Google Photos</h3>
<p>Kalau kamu belum memakai aplikasi ini, segera deh pakai. Ini aplikasi
pengelolaan dan backup foto terbaik saat ini. Walau sekarang tidak lagi benar-
benar gratis, namun bila kita butuh untuk backup yang bisa diakses cepat
dengan fitur-fitur yang bagus ini terbaik.</p>
<p>Fitur seperti pencarian yang spesifik seperti "langit", "pemandangan", "laut"
akan mengeluarkan hasil pencarian dengan foto seperti yang kita minta.</p>
<p><img src="https://cdn.hashnode.com/res/hashnode/image/upload/v1730255407963/5fbc1c50-16cc-4d25-a0fe-1f3dfd9c7a48.jpeg" alt /></p>
<p>Kamu akan terpukau bila kita mencari orang tertentu dan kita punya foto
bayinya, maka Google Photos akan mengenali dari kecil sampai besar.</p>
<h2 id="heading-aplikasi-di-dock">Aplikasi di dock</h2>
<h3 id="heading-phone">Phone</h3>
<p>Jelas ini aplikasi utama untuk melakukan hal dasar mempunyai ponsel, untuk
menelepon.</p>
<h3 id="heading-safari">Safari</h3>
<p>Ini aplikasi default untuk browsing internet. Iya memang ada aplikasi browser
lain seperti Chrome, Edge, DuckDuckGo. Namun aplikasi browser di iOS pada
dasarnya adalah Safari.</p>
<p>Karena teknologi untuk akses browser harus melalui WebKit semua.</p>
<blockquote>
<p><strong>2.5.6</strong> Apps that browse the web must use the appropriate WebKit framework
and WebKit Javascript.</p>
</blockquote>
<p>Jadi buat apa pakai aplikasi lain kalau semua sama? toh fitur lain seperti
Safari. Toh untuk pemblokir iklan pun saya sudah pakai
<a target="_blank" href="__GHOST_URL__/2021/03/blokir-iklan-tanpa-aplikasi/">NextDNS</a>. Secara sistem
segala <em>query</em> iklan terlah terblokir.</p>
<h3 id="heading-kamera">Kamera</h3>
<p>Kamera bawaan jelas harus ada di-<em>dock.</em> Walau bisa akses dari <em>lock screen</em>
tapi keberadaan kamera di-<em>dock</em> ini masih hal yang harus ada di <em>homescreen.</em></p>
<p>Apalagi fitur-fitur kamera sudah lengkap termasuk <em>cinematic mode</em> yang paling
baru.</p>
<h3 id="heading-whatsapp">WhatsApp</h3>
<p>Inilah aplikasi pesan yang mengalahkan <em>iMessage</em> di negara tercinta ini.
Sepertinya penggunaan aplikasi pesan yang sesuai dengan di US terakhir adalah
BBM. Setelah itu WhatsApp menguasai sampai sekarang belam ada yang bisa
menggantikan.</p>
<p>Kelemahan jelas ada, WA ini tidak berdasar <em>cloud</em> , jadi sampai sekarang
tidak bisa berpindah-pindah <em>device</em> karena media penyimpanan masih manual
berbentuk file <em>backup</em>.</p>
<hr />
<p>Semoga ada beberapa hal yang menarik untuk bisa dicoba. Inginnya seperti ini
bisa di-<em>share</em> setiap tahun. Kita lihat tahun depan, apakah ada perubahan
yang signifikan.</p>
]]></content:encoded></item><item><title><![CDATA[Review singkat iPhone 13 Pro]]></title><description><![CDATA[Setelah baca Memilih iPhone 13 Series tapi masih bingung? Ini ada review singkat iPhone 13 Pro dari pengguna langsung setelah penggunaan selama 2 minggu ini. Siapa tau bisa membantu, yang pasti iPhone 13 Pro ini adalah base model yang pertama diperti...]]></description><link>https://devilpenakut.com/review-iphone-13-pro</link><guid isPermaLink="true">https://devilpenakut.com/review-iphone-13-pro</guid><category><![CDATA[review]]></category><category><![CDATA[iphone]]></category><category><![CDATA[iphone 13 Pro]]></category><dc:creator><![CDATA[Faizal]]></dc:creator><pubDate>Sat, 04 Dec 2021 13:56:06 GMT</pubDate><content:encoded><![CDATA[<p>Setelah baca <a target="_blank" href="https://devilpenakut.com/memilih-iphone-13-series">Memilih iPhone 13 Series</a> tapi masih bingung? Ini ada <em>review</em> singkat iPhone 13 Pro dari pengguna langsung setelah penggunaan selama 2 minggu ini. Siapa tau bisa membantu, yang pasti iPhone 13 Pro ini adalah base model yang pertama dipertimbangkan untuk iPhone 13 series.</p>
<p>Kalau budget belum cukup, bisa turun ke iPhone 13 reguler. Kalau buat sekedar ponsel murni tanpa untuk hiburan (nonton video) bisa pilih yang lebih murah lagi ke iPhone 13 mini. Kalau budget masih ada dan layar dirasa kurang bisa naik ke iPhone 13 Pro Max.</p>
<p>Jadi, mari kita mulai dari <em>hardware</em> -nya.</p>
<iframe style="border-radius:12px" src="https://open.spotify.com/embed/episode/20E6Rf9jWU2616cCLBKOKZ?utm_source=generator&amp;theme=0" width="100%" height="152"></iframe>

<h2 id="heading-hardware">Hardware</h2>
<h3 id="heading-berat-dan-tebal">Berat dan tebal</h3>
<p>Oke, ponsel ini merupakan salah satu yang terbaru dan terbaik dari Apple untuk seri iPhone, iPhone 13 Pro. Memang ada yang lebih mahal dan lebih besar ukuran dan layarnya, namun dari jeroan sebenarnya sama saja.</p>
<p><img src="https://cdn.hashnode.com/res/hashnode/image/upload/v1730255388001/c73aed1a-9e34-41bc-a3af-f101c79dc3e2.jpeg" alt /></p>
<p>Kesan pertama, ponsel ini <strong>berat dan tebal</strong>. Sebelumnya saya pakai Samsung S10+ selama hampir 3 tahun dengan ukuran layar yang lebih besar, 6.4 inch dibanding 6.1 inch di iPhone 13 Pro.</p>
<p>Tebal jelas terasa, namun kalau dilihat dari spesifikasi selisih tebal hanya 0.1 mm. Namun secara rasa ketika dipegang seperti lebih dari itu. Mungkin karena pinggir layar S10+ yang <em>curve</em> menipis sedang 13 Pro berbentuk kotak.</p>
<p>Berat juga jelas berbeda 175 gram dibanding dengan 204 gram di iPhone 13 Pro. Ponsel dengan berat diatas 200 gram saat ini jelas tidak bisa dikatakan ringan.</p>
<p>Hal ini disebabkan selain kapasitas baterai yang bertambah dari seri iPhone 12 namun juga karena material <em>stainless</em> yang ada di-<em>frame</em> ponsel ini. Beda ketika memegang iPhone 13 reguler dengan <em>frame</em> aluminiumnya yang terasa ringan ketika dipegang.</p>
<p>Karena berat dan tebalnya itu maka bisa dianggap ponsel ini tidak begitu nyaman untuk dipegang lama-lama. Bisa jadi hal yang positif berarti kita tidak akan tahan lama-lama bermain dengan ponsel, dan tentunya menjadi negatif apabila memegang ponsel ini digunakan untuk kerja.</p>
<h3 id="heading-notch">Notch</h3>
<p>Entah kenapa di era sekarang ini Apple masih menerapkan notch. Walau lebih kecil dari seri iPhone 12 namun tetap saja notch ini menutup area layar yang jauh lebih besar daripada ponsel dengan kamera <em>punch-hole</em>.</p>
<p>Dalam penggunaan normal sebenarnya tidak ada masalah dengan notch, bermain media sosial, bahkan menonton video pun tidak mengganggu. Masalah datang ketika terkait dengan Face ID. Apple beralasan tetap memakai notch karena masih ada sistem Face ID di notch itu.</p>
<p><img src="https://cdn.hashnode.com/res/hashnode/image/upload/v1730255389718/32b1e014-09b2-46e2-9617-ebc93a683e0e.jpeg" alt /></p>
<p>Face ID memang canggih dan aman. Bukan sekedar <em>face unlock</em> biasa. Namun dimasa pandemi Face ID ini <strong>sangat merepotkan</strong>. Harus sering-sering geser atau buka masker untuk akses buka layar atau untuk masuk layanan yang membutuhkan Face ID seperti layanan <em>mobile banking</em>.</p>
<p>Lebih bagus bila notch itu dihilangkan, diganti punch hole, sedang keamanan bisa memakai sensor sidik jari di <em>side button.</em></p>
<h3 id="heading-layar">Layar</h3>
<p>Kualitas layarnya tidak diragukan lagi. Warnanya tajam dan natural. Bagi mantan pengguna Samsung yang lebih <em>vibrant</em> , layar iPhone 13 Pro ini nyaman dimata.</p>
<p>Ukuran 6.1 inch dengan resolusi 1170 x 2532 pixels (460 ppi) ternyata masih enak digunakan dan tidak terasa kecil. Layar yang lebih kecil itu enak, bisa menjangkau dari pojok ke pojok tanpa harus merubah posisi tangan.</p>
<p>Layar juga lebih terang, klaim Apple bisa sampai 1200 nits kecerahan tertingginya. Walau terang tapi tetap dalam batas wajar ketika di ruangan bercahaya redup.</p>
<p><em>Refresh rate</em> 120Hz <strong>tidak terasa</strong> , menurut saya, bahkan dimana saya masih berpindah-pindah dengan S10+ yang masih 60Hz tidak ada perbedaan yang membuat saya ngga mau buat pakai layar 60Hz lagi. Bisa jadi banyak aplikasi yang masih belum optimal untuk 120Hz ini, bisa juga karena adanya <em>adaptive refresh rate</em> yang dimiliki.</p>
<p>Saya rasa penggunaan 120Hz ini karena teknologi layar LTPO-nya yang memang bisa sampai 120Hz namun juga punya keunggulan <em>adaptive refresh rate</em> yang menurunkan <em>refresh rate</em> sampai 10Hz ketika menampilkan gambar statis.</p>
<p>Keunggulan <em>refresh rate</em> yang bisa sampai cuma 10Hz itu tentunya membantu mengurangi penggunaan baterai. Hasilnya baterai bisa lebih awet dengan ukuran baterai yang sama. Bagusnya di iPhone 13 Pro ini ukuran baterai bertambah dari 2815 mAh ke 3095 mAh. Sehingga membuat iPhone 13 Pro ini lebih awet dibanding seri sebelumnya.</p>
<p>Masih dari sisi layar, berpindah dari layar lengkung di tepi di S10+ ke layar rata di iPhone 13 Pro tidak membuat kehilangan. Layar lengkung memang enak untuk navigasi <em>swipe</em> dari samping layar, namun layar datar juga bukan merupakan kekurangan.</p>
<h3 id="heading-suara">Suara</h3>
<p>Dari sisi suara, suara speaker iPhone 13 Pro ini memang lebih nge-bass, tapi untuk masalah kencang (<em>loudness</em>) tidaknya masih terasa sama aja dengan S10+. Sama-sama menggunakan speaker <em>stereo</em> dan <em>dolby</em> sehingga terasa sama saja. Mungkin kalau yang berpindah dari ponsel yang tidak memiliki speaker <em>stereo</em> akan terasa jauh berbeda.</p>
<p>Kekurangan pertama untuk fitur <em>dolby</em> /<em>spatial audio</em> ngga guna kalau ngga pake audio device Apple atau dari Beats. Misal pakai <em>bluetooth</em> TWS atau <em>headphone</em> biasa maka terasa suara memang lebih <em>surround</em> namun kualitas jadi turun, kadang jadi pecah. Saya belum coba bila menggunakan audio yang <em>support</em> karena saat ini belum memilikinya.</p>
<p>Kekurangan kedua adalah ngga adanya <em>headphone jack</em>. Ya, ini membuat harus bergantung kepada <em>bluetooth</em> untuk mendengarkan melalui <em>headphone</em> atau <em>earphone</em>. Saya malas pake <em>dongle</em>.</p>
<h3 id="heading-lightning-di-2021">Lightning di 2021?</h3>
<p>Lightning itu meh. Ngga pantas buat ponsel di 2021 pakai koneksi lightning. Lightning ini setara USB 2.0. Ngga bisa transfer cepat (480 mbps), ngga bisa fast charging lebih dari 20W.</p>
<p><img src="https://cdn.hashnode.com/res/hashnode/image/upload/v1730255390850/b0a7769f-c528-4bd0-ac21-d18773c67f30.jpeg" alt /></p>
<p>Buat apa ada ProRes Video kalau koneksi buat pindahnya pakai lightning. Ngga ada pro-pronya sama sekali. Bayangin pindah video ber-giga2 tapi transfernya bisa berjam-jam.</p>
<p>Kalau ProRes adalah alasan buat beli iPhone 13 Pro atau Pro Max tahun ini, tunda dulu. Lebih baik menunggu untuk Apple bisa memberi alternatif transfer data lebih baik.</p>
<hr />
<h2 id="heading-software">Software</h2>
<p>Hal pertama yang menonjol adalah dibagian software dari iPhone 13 Pro ini adalah <strong>animasi UI</strong>. Animasi UI di iOS masih jauh di atas UI Android, dalam artian bagus. Ada beberapa animasi UI Android yang masih <em>jaggy</em> dimana kadang ada animasi yang seperti tersendat.</p>
<p>Keberadaan layar 120hz tadi juga membantu animasi UI nya makin <em>smooth</em>. Tapi karena memang <em>nature</em> iOS yang memang animasi UI nya bagus di 60Hz pun seperti tadi yang disampaikan di hardware, maka 120Hz ini hanya membantu sedikit.</p>
<p>Aplikasi di iOS memang terbatas dibandingkan dengan Android. OS yang dikunci dan peraturan App Store yang ketat oleh Apple membuat aplikasi tidak bisa melakukan hal-hal yang bisa dilakukan di ponsel Android. Misal kustomisasi atau perubahan di sistem.</p>
<p>Keterbatasan aplikasi tersebut contohnya ketika transfer WhatsApp dari Android ke iOS. Pada WA android backup WA menggunakan file storage biasa atau pakai Goggle Drive, sedang pada iOS menggunakan iCloud Drive tanpa ada akses kepada file-nya.</p>
<p><img src="https://cdn.hashnode.com/res/hashnode/image/upload/v1730255391681/f6f53f68-9597-400a-bc76-e4dd528cb819.jpeg" alt class="image--center mx-auto" /></p>
<p>WA masih menganut sistem backup file konvensional, tidak seperti Telegram. Jadi file backup itu harus dipindah ke ponsel baru apabila ingin pindah ponsel. Hal yang tidak bisa dilakukan untuk Android ke iOS, sampai nanti WA memberikan cara secara resmi.</p>
<p>Sisi <strong>baterai</strong> , walau ini merupakan hardware namun dari sisi software (iOS) yang bisa membawa baterai iPhone sebagus ini. Sudah sering didengar kalau iPhone 13 series ini bagus dari sisi baterai, bahkan untuk iPhone 13 Mini yang edisi tahun kemarin sangat buruk ketahanan baterainya.</p>
<p>Hal itu tidak lain karena optimalisasi dari sisi iOS pada iPhone memang terkenal bagus ditambah dengan kapasitas baterai yang ditambah tahun ini. Mau hardware (kapasitas) baterai sebesar apapun, bila software (OS) nya tidak optimal akan cepat habis juga, hal itu yang terjadi diponsel Android.</p>
<p>Baterai iPhone 13 Pro ini bisa bertahan seharian, <em>screen on time</em> 6 jam bisa mudah dicapai. Biasanya dengan S10+ berusia hampir 3 tahun posisi baterai penuh dipagi hari akan mulai dibawah 20% ketika jam 1-2 siang. Namun di iPhone 13 Pro ini sampai dengan jam 6 sore masih sekitar 40%. Bahkan S10+ ketika baru tidak sebagus ini.</p>
<h2 id="heading-kamera">Kamera</h2>
<p>Pertama kali yang jelas terlihat adalah kamera di ponsel ini besar. Dengan posisi yang sama dengan iPhone 12 Pro sebelumnya, namun dari sisi ukuran lensa dan sensor lebih baik.</p>
<p>Tapi yang paling wow adalah <strong><em>camera bump</em></strong> -nya, gede bos. Beneran kalau ditaruh itu ponselnya bakal naik, sangat jauh dibanding S10+ yang rata.</p>
<p><img src="https://cdn.hashnode.com/res/hashnode/image/upload/v1730255392953/437e56da-0349-460f-ab4e-247b4e617a30.jpeg" alt /></p>
<p>Kualitas foto tidak diragukan lagi, bisa diandalkan disegala situasi. Jelas lebih baik dibanding S10+ untuk foto malam, dimana khas Samsung adalah mulai terasa seperti cat air bila foto keadaan gelap. Pada iPhone 13 Pro pada umumnya memang <strong>lebih terang</strong>.</p>
<p>Teknologi <em>Deep Fusion</em> yang ada sejak iPhone 11 dan sensor yang lebih besar jelas membantu. Namun menurut saya untuk foto keadaan terang, ponsel flighship jaman sekarang kualitasnya sudah sama. Baru beda akan terlihat ketika malam hari.</p>
<p><img src="https://cdn.hashnode.com/res/hashnode/image/upload/v1730255394857/b366f694-0e80-4ba2-bf6b-69b1f53f44fc.jpeg" alt /></p>
<p>Foto malam iPhone 13 Pro ini tidak akan membuat terang yang tidak seperti malam. Namun akan lebih terlihat seperti aslinya. Untuk membuat lebih terang juga bisa sebenarnya, tinggal tingkatnya detik (<em>second</em>) pengambilan gambarnya dari yang standar auto.</p>
<p>Hal lain yang terlihat dari sebelumnya saya pakai S10+ adalah <strong><em>clarity</em></strong> yang lebih di iPhone 13 Pro ini. Malah cenderung berlebih menurut saya. Memang untuk di share di social media akan bagus, namun menjadi tidak natural lagi.</p>
<p><img src="https://cdn.hashnode.com/res/hashnode/image/upload/v1730255396173/2b8e291a-f438-414d-8951-31f601b8547a.jpeg" alt /></p>
<p>Lalu yang banyak dikatakan kalau ketika perpindahan lensa tidak terasa perubahan warna, namun kalau menurut saya memang perpindahan lensa di aplikasi kamera sangat <em>smooth</em> dibanding di Android, namun <strong>perubahan warna</strong> itu tetep ada.</p>
<p><img src="https://cdn.hashnode.com/res/hashnode/image/upload/v1730255397382/c087d61c-270c-4331-b1e9-4cb64afcb0af.jpeg" alt /></p>
<p>Terkait <em>Processing</em> foto di iPhone 13 Pro ini walau menggunakan A15 Bionic yang baru tetap aja ada <strong><em>delay</em></strong> ketika setelah foto dan hampir satu detik kemudian dimana ada kelihatan ada perbedaan dari hasil <em>processing</em> -nya.</p>
<hr />
<h2 id="heading-lainnya">Lainnya</h2>
<p>Dari sisi lain tetap saja Apple adalah Apple, dari kombinasi hardware dan software yang dikontrol dengan ketat menghasilkan produk yang bagus tapi mahal. Kita sendiri sebagai pembeli harus pintar, buat apa sih ponsel iPhone ini?</p>
<p>Kalau buat saya, ini adalah ponsel yang bisa dipakai kerja dan main hingga 3 tahun mendatang, update software terjamin dengan performa bagus dan kamera yang siap setiap saat.</p>
<p>--</p>
<p>Ada komentar atau masukan? silahkan lewat komentar, <a target="_blank" href="https://discord.gg/694HsdDGzy">discord devilpenakut</a> atau lewat <a target="_blank" href="https://twitter.com/devilpenakut">twitter</a>.</p>
]]></content:encoded></item><item><title><![CDATA[Widget komentar gratis untuk website dan blog]]></title><description><![CDATA[Mencari platform untuk komentar di website yang gratis selain Wordpress ngga semudah itu. Ada yang bermasalah dengan privacy , ada yang harus hosting berbayar, ada yang instalasi-nya susah.
Akhirnya ketemulah dengan yang namanya utterances. Utterance...]]></description><link>https://devilpenakut.com/widget-komentar-gratis-untuk-website-dan-blog</link><guid isPermaLink="true">https://devilpenakut.com/widget-komentar-gratis-untuk-website-dan-blog</guid><dc:creator><![CDATA[Faizal]]></dc:creator><pubDate>Tue, 30 Nov 2021 08:02:17 GMT</pubDate><content:encoded><![CDATA[<p>Mencari platform untuk komentar di <em>website</em> yang gratis selain Wordpress ngga semudah itu. Ada yang bermasalah dengan <em>privacy</em> , ada yang harus <em>hosting</em> berbayar, ada yang instalasi-nya susah.</p>
<p>Akhirnya ketemulah dengan yang namanya <a target="_blank" href="https://utteranc.es/">utterances</a>. Utterances ini merupakan widget komentar yang bisa ditaruh dimana saja, yang support <code>script</code>, menggunakan platform GitHub.</p>
<h2 id="heading-keuntungannya">Keuntungannya</h2>
<p>Berikut beberapa keuntungan menggunakan utterances.</p>
<ul>
<li><p><strong>Open-source</strong></p>
</li>
<li><p>Privacy aman karena ngga ada tracking, ngga ada iklan dan selalu <strong>gratis</strong></p>
</li>
<li><p>Data <strong>aman</strong> karena semua data disimpan di GitHub</p>
</li>
<li><p><strong>Theme light/dark</strong> bisa mengikuti website</p>
</li>
<li><p><strong>Ringan</strong></p>
</li>
</ul>
<h2 id="heading-cara-instalasinya">Cara instalasinya</h2>
<ol>
<li><p>Buat repo baru di GitHub dan <strong><em>set view</em></strong> -nya ke <strong><em>public</em></strong></p>
</li>
<li><p>Install <a target="_blank" href="https://github.com/apps/utterances">utterances app</a> di repo itu.</p>
</li>
<li><p>Jika pakai repo yang lama dan merupakan fork, masuk ke **<em>settings</em> **tab dan pastikan <strong><em>the issues feature</em></strong> nya on</p>
</li>
<li><p>Buka <a target="_blank" href="https://utteranc.es/">utterances</a> dan masukkan alamat repo-nya (owner/repo)</p>
</li>
</ol>
<p><img src="https://res.cloudinary.com/setanwedinan/image/upload/c_scale,f_auto,q_auto,w_640/v1638256785/komentar/Screenshot_2021-11-30_150943.png" alt="Alamat
Repo" /></p>
<p>5. Lalu pilih setting yang dimau untuk penamaan issue. Ini memudahkan kita untuk melihat komentar per-halaman web.</p>
<p><img src="https://res.cloudinary.com/setanwedinan/image/upload/c_scale,f_auto,q_auto,w_640/v1638256785/komentar/Screenshot_2021-11-30_150729.png" alt="Penamaan
Issue" /></p>
<p>6. Kalau setting-nya sudah sesuai akan ada contoh dibagian bawah</p>
<p><img src="https://res.cloudinary.com/setanwedinan/image/upload/c_scale,f_auto,q_auto,w_640/v1638256785/komentar/Screenshot_2021-11-30_151737.png" alt="Contoh
hasil" /></p>
<p>7. Kalau oke tinggal copy pada bagian ini.</p>
<p><img src="https://res.cloudinary.com/setanwedinan/image/upload/c_scale,f_auto,q_auto,w_640/v1638256785/komentar/Screenshot_2021-11-30_151003.png" alt="Copy
Code" /></p>
<p>8. Masukkan <code>script</code> yang di copy tadi ke website kita, bisa dibawah post, bisa di setting untuk theme-nya.</p>
<hr />
<p>Sudah, nanti untuk pengunjung yang mau komentar tinggal login menggunakan GitHub. Memang ada kekurangan karena hanya bisa login menggunakan GitHub, namun karena untuk daftar GitHub termasuk mudah dan mungkin bisa membantu menjadi tertarik untuk melakukan koding 😁.</p>
<p>Ada komentar atau masukan? silahkan lewat komentar dibawah, <a target="_blank" href="https://discord.gg/694HsdDGzy">discord devilpenakut</a> atau lewat <a target="_blank" href="https://twitter.com/devilpenakut">twitter</a>.</p>
]]></content:encoded></item></channel></rss>