# Review Xbox Series S


![](https://cdn.hashnode.com/res/hashnode/image/upload/v1730255339148/6559b03a-593d-4f63-96f7-2cc833fa4df6.webp)

Konsol ini memang kericuhan pembeliannya tidak seramai PS5 bahkan Xbox Series
X. Namun menurut saya konsol ini tidak bisa dipandang sebelah mata cuma
sekedar dilihat dari performanya. Karena konsol ini akan cocok bagi sebagian
_gamer_.

## Kenapa Pilih Xbox Series S

Alasan paling besar kenapa saya pilih Xbox Series S adalah harga. Harga Xbox
Series S memang sangat menarik, di-_range_ 5.5 sampai 6 Juta sudah bisa
membawa pulang Xbox Series S ini.

Kedua, dengan harga itu kita sudah bisa mendapatkan mesin _game next-gen_
dengan grafis mumpuni dan penyimpanan menggunakan SSD cepat.

Walau secara kemampuan masih kalah dibandingkan dengan Xbox Series X dan PS5
namun untuk bisa merasakan pengalaman _game_ yang ditujukan untuk _next-gen_
itu sudah cukup.

## Harga

Harga di Indonesia untuk Xbox Series S seperti yang sudah disebut diatas bahwa
bisa didapatkan di-_range_ harga 5.5-6 juta rupiah. Bandingkan dengan PS5
dengan harga normal 7-8 juta dan Xbox Series X seharga 9 jutaan jauh lebih
murah.

Kalau stok makin banyak bisa jadi nantinya akan menyentuh _range_ harga 4.5-5
juta yang merupakan harga wajar berdasarkan harga jual di luar di 299 USD.
Namun untuk saat ini dibandingkan dengan konsol next-gen lain harga ini
terbaik.

Dengan harga tersebut didalamnya sudah termasuk kabel _power_ , kabel HDMI 2.1
dan satu _controller_ berwarna putih.

![](https://cdn.hashnode.com/res/hashnode/image/upload/v1730255340327/8c125d5a-e775-4940-8c75-683d54bf9b31.webp)

## Spesifikasi

![](https://cdn.hashnode.com/res/hashnode/image/upload/v1730255341515/edd7295e-3d70-4e16-bed4-2918e8a32d42.png)Spesifikasi
Xbox Series S

Secara umum perbedaan spesifikasi Xbox Series S dan X adalah di kekuatan
komputasinya. Mulai CPU, GPU, Memori, dan SSD (_storage_).

Hal ini mengakibatkan ada perbedaan resolusi yang bisa ditampilkan, untuk Xbox
Series X bisa sampai 4K 120hz sedang Xbox Series S hanya sampai 1040p di
120hz.

Hal itu terkait juga dengan tampilan grafis yang dihasilkan seperti tekstur,
_draw distance_ , dan waktu _loading_.

[Dalam hal penggunaan daya listrik](https://support.xbox.com/en-
US/help/hardware-network/power/learn-about-power-modes) pun Xbox Series S
lebih rendah dibanding Series X. Penggunaan watt Xbox Series S ketika bermain
sekitar 74 watt sedang untuk Series X sampai 153 watt.

## Kelebihan

**1\. Processor baru dan SSD bikin kencang**

Processor Xbox Series S menggunakan 8X Cores @ 3.6 GHz (3.4 GHz w/SMT) Custom
AMD Zen 2 CPU. Secara processor hampir sama dengan PS5 yang juga menggunakan 8
cores dan custom AMD Zen.

Dengan upgrade-nya processor ini dibanding dengan Xbox One X pun secara spek
lebih tinggi, dimana One X hanya berjalan @ 2.3 GHz.

Bukan hanya processor, namun untuk SSD ini yang membuat Xbox Series S menjadi
lebih kencang. NVME SSD Xbox Series S bisa mengantarkan data sebanyak 2.4
GB/s, dan bahkan 4.8 GB/s jika menggunakan kompresi khusus.

Kecepatan ini sama dengan kecepatan SSD di Xbox Series X walau memang tidak
secepat dari PS5 yang bisa mencapai 5.5 GB/s dan 8-9 GB/s jika menggunakan
kompresi.

Penggunaan SSD kencang tersebut jelas lonjakan kecepatan dari Xbox One X yang
hanya menggunakan SSD dengan maksimal 140 MB/s. Jauh.

Spek itu membuat _startup_ konsol cepat, untuk buka _game_ dan _loading_ di
dalamnya juga cuma sebentar, di bawah 10 detik. Apalagi bila _game_ itu sudah
pernah dibuka sebelumnya dan _support "quick resume"_ , proses buka _game_
sampai bisa dimainkan akan lebih cepat lagi bisa dibawah 5 detik.

![](https://cdn.hashnode.com/res/hashnode/image/upload/v1730255342683/474591de-0496-4e8a-8086-7b377555e5a0.jpeg)

**2\. Grafis lebih baik daripada PS4**

Dari sisi grafis (GPU), walau bukan kelas yang sama dengan Xbox Series X dan
PS5 namun sangat mumpuni dalam menjalankan _game next-gen_.

_Raytracing_ ada, opsi sampai FPS sampai 120 Hz pun masih bisa, walau untuk 4K
merupakan _upscalling_ karena *native support-*nya sampai dengan 1440p saja.
Saya menganggap ini adalah konsol 1080p. Tau diri saja lah.

Nah, namun bila dibandingkan dengan PS4, konsol yang menggantikan Xbox Series
S ini, kemampuan grafiknya jauh. PS4 hanya berkemampuan 1.84 TFLOPS,
bandingkan dengan Xbox Series S sebesar 4 TFLOPS.

Kemampuan menampilkan grafis halus, cahaya dan bayangan saya rasa cukup
memuaskan, khas next-gen.

![](__GHOST_URL__/content/images/2021/05/photo_2021-05-19_18-43-43.jpg)

![](__GHOST_URL__/content/images/2021/05/photo_2021-05-19_18-43-44.jpg)

![](__GHOST_URL__/content/images/2021/05/photo_2021-05-19_18-43-47.jpg)

![](__GHOST_URL__/content/images/2021/05/photo_2021-05-19_18-43-48.jpg)

**3\. Bentuk konsolnya kecil, ringkas**

![Review%20Xbox%20Series%20S%2059991247cbb345e483af319dae82aafc/Untitled.png](__GHOST_URL__/content/images/2021/05/Untitled.png)

Ukuran Xbox Series S ini sangat ringkas dibanding dengan konsol terbaru
lainnya, bahkan lebih kecil dari PS4 reguler. Dengan ukuran 6.5cm x 15.1cm x
27.5cm sangat mudah untuk ditaruh baik di bawah TV LED ataupun rak meja.

Bandingkan dengan Xbox Series X (15.1cm x 15.1cm x 30.1cm) dan PS5 (26cm x
10.4cm x 39cm)

![](https://cdn.hashnode.com/res/hashnode/image/upload/v1730255344826/68b6c016-a4c9-4ea7-b873-1271924af9fb.jpeg)

**4\. Game Pass sangat menguntungkan**

Game Pass merupakan kekuatan utama dari Xbox Series S dan juga Series X
tentunya.

Game Pass ini merupakan sistem bayar langganan setiap bulan sehingga kita
bebas untuk melakukan _download game_ dalam perpustakaan _game_ -nya.

Walau kebanyakan merupakan _game_ lama, namun beberapa juga merupakan _game_
baru yang _day-one_ (hari pertama _launching_) langsung muncul di Game Pass,
seperti Outriders kemarin.

Dengan biaya langganan sekitar Rp.150.000-200.000 per-bulan tergantung region
mana yang dipakai saya rasa masih sangat menguntungkan. Apalagi dengan pilihan
diatas 100 _game_ yang bisa dimainkan.

![](https://cdn.hashnode.com/res/hashnode/image/upload/v1730255346827/96700402-ecee-4dda-b64d-69ec5ab5281f.jpeg)

**5\. Fitur Quick Resume yang ajaib**

Selama ini sebagai pengguna PS4 yang masih menggunakan _hard disk_ , proses
untuk menyalakan PS sampai dengan ke menu utama dan dilanjut untuk masuk ke
_game_ -nya membutuhkan waktu dalam hitungan menit.

Bila PS dalam kondisi _standby_ maka proses sampai ke menu utama akan lebih
cepat, namun untuk masuk ke _game-_ nya akan tetap membutuhkan waktu tambahan.

Hal ini yang sangat berbeda ketika menggunakan Xbox Series S ini, waktu untuk
masuk ke menu utama bisa dalam hitungan detik, bahkan untuk masuk ke game
masih di bawah 1 menit.

Hal lebih ajaib lagi bila kita mematikan konsol ketika sedang main, baik dalam
opsi _power_ di _instant-on_ atau dalam keadaan _full shutdown_ maka game akan
terbuka dibawah 5 detik dari menu dan berada diposisi kita terakhir main,
bukan kembali ke menu utama _game_(kecuali untuk _game_ yang selalu _online_).

Perbedaannya untuk diposisi _instant-on_ dari keadaan mati dan masuk ke menu
akan lebih cepat dibanding dengan keadaan _full shutdown_.

## Kekurangan

**1\. Tidak ada _optical audio_ (toslink)**

Dengan berfokus pada kekuatan HDMI 2.1 dan alasan bahwa penggunaan _optical
audio_ (toslink) tidak banyak maka Microsoft menghapuskan koneksi itu untuk
Xbox Series S dan X.

Namun ketika TV yang _support_ untuk HDMI 2.1 juga belum banyak maka harusnya
opsi _optical_ itu tetap ada. Seperti _home theater_ saya yang masih _support_
untuk HDMI ARC dan input _optical_ tidak bisa digunakan untuk langsung
terhubung dengan Xbox Series S ini.

Untungnya saya menemukan solusi untuk masalah ini yang saya bahas
[disini](__GHOST_URL__/2021/05/hdmi-converter/).

**2\. Digital _game_ membutuhkan internet kencang dan _unlimited_**

Penggunaan Game Pass dan tidak adanya _disk tray_ maka untuk memainkan game
sangat bergantung pada _digital game_ yang harus di download sepenuhnya.

Beberapa _game_ memang tidak membutuhkan untuk akses, dan penggunaan _disk_
untuk bermain _game_ lama-lama berkurang.

Namun untuk pengguna yang tidak mempunyai internet mumpuni akan memiliki
keterbatasan dengan Xbox Series S ini. Hal ini berlaku juga untuk PS5 versi
digital.

Perlu menunggu lama untuk memainkan _game_ , bukan sekedar _download_ untuk
_update_ -nya saja.

**3 _. Controller_ berasa murahan**

Dari sisi bermain, _controller_ bawaan Xbox Series S ini yang paling
mengganggu. Saya tidak mengharapkan fitur seperti _Dual Sense_ nya PS5, namun
cukup fitur standar saja layaknya _controller_ PS4.

Namun ternyata ini lebih buruk, rasanya seperti _controller_ OEM atau KW.
_Vibration motor_ -nya tidak bagus, tombolnya berbunyi cukup keras dan tidak
halus, analognya tidak presisi dan rasa dipegangnya murahan.

Entah ini sama dengan _controller_ bawaan Xbox Series X atau tidak, kalau sama
hal ini harus diperbaiki oleh Microsoft.

Tambahan tombol _share_ -nya sebenarnya berguna dan bisa langsung tersimpan di
_cloud_ untuk diakses di aplikasi Xbox di ponsel. Tombol logo Xbox-nya saya
lebih suka jalan Xbox 360 yang sedikit menonjol, kalau ini rata dengan
permukaan _controller_ -nya.

![](https://cdn.hashnode.com/res/hashnode/image/upload/v1730255348395/b07d0c2c-723f-4d3d-bffc-964dca385713.jpeg)

**4\. Kemampuan grafis yang dibawah Xbox Series X dan PS5**

Untuk ini ya kelemahan yang dimaklumi karena melihat harganya yang hampir
1/2-nya. Kecuali bila harga Xbox Series S ini sama dengan posisi PS5 Digital.
Bila itu yang terjadi maka selayaknya kita mengharapkan performa yang setara
dengan Xbox Series X dan PS5.

**5\. Bukan merupakan barang dengan garansi resmi**

Microsoft sampai dengan saat ini belum secara resmi mengeluarkan lini Xbox di
Indonesia. Sehingga barang Xbox Series S dan X yang beredar di Indonesia
merupakan barang impor dari negara lain seperti Singapura, Jepang dan US.

Beberapa penjual di _marketplace_ memberikan garansi untuk pembelian selama
satu minggu dan opsi untuk membantu klaim garansi. Jadi ketika beli bisa
ditanyakan kepada penjualnya.

![](__GHOST_URL__/content/images/2021/05/image-8.png)

## Kesimpulan

Xbox Series S ini sebenarnya ditujukan untuk siapa? Menurut saya siapa saja
konsol ini cocok untuk dibeli bagi:

  1. Gamer kasual yang memang tujuannya untuk bermain _game_ tanpa menitikberatkan pada tampilan grafis.
  2. Gamer yang ingin merasakan konsol _next-gen_ namun mempunyai _budget_ maksimal 6 juta.
  3. Gamer yang baru masuk pertama kali didunia konsol dan tidak bermain PC sebelumnya.
  4. Gamer yang sudah memiliki PS5 dan mempunai dana untuk mencoba ekosistem Xbox dengan Game Pass-nya

Jadi apakah Xbox Series S ini adalah konsol yang cocok buat kamu? kirim
komentar atau masukan lewat [Discord
devilpenakut](https://discord.gg/694HsdDGzy) atau lewat
[Twitter](https://twitter.com/devilpenakut).

**Link Pembelian:**

[Tokopedia](https://invol.co/cl42mvh)

[Shopee](https://invol.co/cl42mw2)

[Lazada](https://invol.co/clg03zj)

[Blibli](https://invl.io/clg03zy)

Please enable JavaScript to view the [comments powered by
Disqus.](https://disqus.com/?ref_noscript)



