# Penjaga Kenangan


[![](https://cdn.hashnode.com/res/hashnode/image/upload/v1730254821457/3d963463-b7e6-4424-93ec-f8736fb4493f.jpeg)](http://www.flickr.com/photos/lisarandolph/3256496360/)

by Lisa Monahan (Flickr)

> “Writers are the custodians of memory, and that’s what you must become if
> you want to leave some kind of record of your life…” — William Zinsser

## The Custodians of Memory

Penjaga kenangan/memori. Berapa banyak bisa mengingat kenangan kamu? Otak
merupakan hard disk yang sangat banyak menyimpan data. Kadang ada beberapa
kenangan yang terlupa dan ketika kamu membutuhkan kenangan itu, hilang deh.

[![](https://cdn.hashnode.com/res/hashnode/image/upload/v1730254823331/0c0d1f1f-0632-4156-ab3b-553757b0ed33.jpeg)](http://www.flickr.com/photos/cloudy-
day/5319042359/)

by Amalia Jane (Flickr)

Karenanya tulislah kenangan itu. Seperti yang yang dikatakan oleh William
Zinsser di atas bahwa tulisan itu penjaga memori, penjaga kenangan. Tentu
bukan hanya tulisan aja yang bisa menjaga kenangan. Cara lainnya adalah
melalui foto -namun foto tanpa tulisan sedikit hampa ya?

## Menulis Dimana?

Media menulis bisa dimana saja, seperti saya ini sekarang menulis di app
bernama ‘Day One’ sebuah app untuk menulis jurnal. Kadang saya tidak menulis
langsung banyak. Tapi sedikit demi sedikit. Tulislah apa saja yang terlintas
dipikiran kamu yang kami anggap menarik untuk dibagikan atau dikenang untuk
pribadi. Beberapa tulisan saya di Day One tidak (belum) semuanya
dipublikasikan. Ada yang masih belum lengkap, ada yang memang saya anggap
pribadi. Karena tidak semuanya harus diceritakan ke umum bukan?

[![](https://i1.wp.com/dayoneapp.com/images/screens/1200/screens04-1200.jpg?resize=800%2C500)](http://dayoneapp.com)

by Day One

Day One tadi hanya merupakan salah satu cara untuk menjaga memori tetap ada,
bisa pakai app atau software yang kamu suka, bisa langsung dimasukkan ke blog
melalui layanan Blogger atau WordPress atau bahkan hanya menggunakan buku
kecil atau mungkin kertas?

## Kamu mau nulis apa ngga?

Sebenarnya itulah pertanyaannya. Kadang kita malas ya untuk menuliskan apa
yang sedang kita pikirkan atau alami. Tapi, percayalah, itu berarti untuk
nanti entah kapan. Jadi kapan mau menulis?

> "When you write down your ideas you automatically focus your full attention
> on them. Few if any of us can write one thought and think another at the
> same time. Thus a pencil and paper make excellent concentration tools"
> Micheal Lebeouf

[![](https://cdn.hashnode.com/res/hashnode/image/upload/v1730254825219/03ba7bfe-44f9-433b-becf-10f6dcd44c22.jpeg)](http://www.flickr.com/photos/fotofrivolity08/4346626891/)

by Ellie (Flickr)



