# Opera bukan hanya sebuah browser


![](https://i2.wp.com/cdn-
images-1.medium.com/max/800/0*4GYvAWl0hI71NDee.png?w=1200&ssl=1)

Opera. Mungkin banyak orang mengenal hanya sebuah browser. Tapi saat ini
selain tetap mengembangkan browsernya, tapi juga mengembangkan teknologi
kompresi nya yang memang unggul dari dulu. Bahkan Google akhirnya memakai
teknologi yang mirip pada Chrome.

Dulu Opera merupakan sebuah browser alternatif disamping Internet Explorer dan
Firefox. Ketika itu Chrome belum ada. Walau kalah diantara dua browser itu
tapi Opera jalan terus. Lalu lahir Chrome yang langsung merajai pasar browser
dengan kecepatannya.

Tapi jangan salah, pada sisi mobile atau ponsel, Opera tetap mempunyai
keunggulan di sisi kompresi terutama untuk ponsel yang tidak mempuyai kinerja
maksimal alias mahal, atau untuk orang yang ingin irit dalam penggunaan kuota
internet.

#### Beralih ke Chromium

![](https://i2.wp.com/cdn-images-1.medium.com/max/800/0*lgHx-
uWOssarTlE_.png?resize=128%2C128&ssl=1)

Chromium



Opera sebelumnya juga menggunakan engine tersendiri untuk meproses webpage,
yaitu Presto. Namun pada tahun 2013 Opera beralih mneggunakan engine yang
dimiliki oleh Google Chrome bernama project Cromium.

Dengan penggunaan engine lain, yang memang lebih cepat, Opera mengalihkan
perhatian pengembangannya ke sistem kompresinya dan fitur lain. Karena dengan
dua hal tersebut (engine cepat dan kompresi) diharapkan Opera bisa mendekati
Chrome.

Opera Mini, benar-benar dioptimalkan untuk ponsel banyak memanfaatkan
teknologi kompresi. Itu dibawa Opera ke desktop dengan mode Turbo nya, atau
sebelumnya disebut dengan mode off road.

Saat ini dimana saya menggunakan Opera di MacBook, dirasa lebih cepat dan
ringan dibanding dengan Safari. Jauh dengan Chrome di MacBook karena Chrome
itu sangat haus memori, kecuali memang pakai iMac atau Mac Pro. Selama ini
saya pengguna Safari karena meninggalkan Chrome dalam hal kecepatan dan
keringanan.

Hal itu berubah sejak saya ‘mencoba’ kembali menggunakan Opera. Opera benar-
benar telah berubah. Engine chromium-nya membantu melakukan render dengan
cepat, Turbo mode nya membantu kompresi sehingga download konten juga semakin
cepat. Ditambah dengan ringannya Opera ini. Apa yang di buat oleh Opera
sehingga dia bisa mengalahkan penggunaan memori Chrome yang mempunyai engine
sama.

#### **Opera Max**

![](https://i1.wp.com/cdn-
images-1.medium.com/max/800/0*1uE3_aM4GoMlo3mh.jpg?resize=800%2C533&ssl=1)

Opera Max

Lain lagi dengan Opera Max. Opera Max di Android merupakan sistem kompresi nya
Opera yang bekerja bukan hanya di browser namun sampai ke seluruh app.
Sehingga yang didapat adalah kompresi lalu lintas data pada semua app yang
ter-install di Android.

Saya yang sudah mencoba Opera Max. Opera Max berhasil membuat penghematan
sebesar +- 10%. Lumayan kalau misal penggunaan data sampai lebih dari 1 Gb.

#### Opera VPN

![](https://i2.wp.com/cdn-
images-1.medium.com/max/800/0*8ijNDlEgkwR47xrM.png?resize=800%2C500&ssl=1)

Opera VPN

Sekarang tambah lagi fitur dari Opera, yaitu VPN itu sendiri. Beberapa lalu
Opera membeli perusahan VPN Surfeasy. Nah tujuannya ada melakukan implementasi
VPN langsung di browsernya ataupun di device pengguna seperti di iOS dan
Android.

Jika penggunaan VPN di desktop atau di ponsel bisa dianggap biasa, namun untuk
browser yang menerapkan setting VPN didalamnya secara _default_ baru dilakukan
oleh Opera. Biasanya implementasi VPN dilakukan melalui ekstensi.

* * *

Opera, tidak mau kalah. Opera fokus pada apa keunggulannya walau sempat
dianggap mati ketika beralih ke engine orang lain (chromium). Inovasi apalagi
yang akan dibawa sama Opera?

Bravo Opera!

_*Artikel ini bukan titipan dari Opera. Murni pengalaman saya sendiri._



