# Kenapa saya masih membeli majalah fisik


Jaman dulu, jaman masih muda. Dimana uang masih diberi oleh orang tua saya
sudah mulai berlangganan majalah. Majalah _CHIP Indonesia_ merupakan majalan
yang secara rutin saya beli setiap bulan.

Majalah CHIP merupakan barang mewah ketika itu. Untungnya keluarnya setiap
bulan, bukan setiap minggu. Banyak informasi yang didapat ketika membaca
majalah itu.

Setelah bekerja, sudah bisa nyari uang sendiri majalahnya naik kelas. Sejalan
dengan laptop Apple pertama yang saya miliki saya berlangganan _iCreate
Indonesia_. Majalah ekslusif yang membahas segala sesuatu tentang Apple.

Disamping itu saya juga tidak jarang membeli majalah _Gamestation_ dan
_Hotgame_ untuk menunjang informasi ketika bermain Playstation. Panduan game
salah satu hal yang ditunggu dalam majalah tersebut. Oh iya, juga saya sempat
berlangganan _PC Gamer_ ketika platform PC mulai menarik.

Lepas dari hobi komputer dan game, saya mulai tertarik dengan elektronik.
Majalah _Stuff Indonesia_ menjadi panduan saya.

### **Online mengalahkan fisik**

Dari enam majalah diatas yang saya sebutkan berapa yang sekarang masih ada?

Dua.

Iya cuma dua, empat lainnya sudah tidak terbit lagi. Chip Indonesia dan
Gamestation yang saat ini masih bisa ditemui.

Mereka yang tidak terbit dikalahkan oleh media atau majalah online. Dimana
pembaca dapat langsung dapat berita yang baru dan selalu update, sehingga
pembeli majalah yang sudah tidak ada itu tidak sesuai target.

### **Keunggulan fisik**

Apasih sebenarnya keunggulan majalah fisik?

**1\. Pembahasan lebih dalam**

Online adalah untuk mengejar kecepatan. Karenanya keunggulan majalah fisik
adalah pendalaman yang lebih atas materi yang ada. Majalah mempunyai banyak
waktu untuk lebih menyampaikan pesan ke pembaca apa yang dimaksud dari suatu
materi atau berita.

**2\. Bisa baca dimana saja**

Online sebenarnya juga sama tapi saya lebih nyaman membawa majalah fisik untuk
dibawa ke kamar mandi misalnya. Tidak takut untuk membuat ponsel masuk kedalam
kakus.

Bisa juga dibawa ke angkutan umum tanpa ketakutan menjadi sasaran copet. Tidak
mungkin pencopet mengincar majalah. Kecuali dia nge-fans banget sama majalah
itu. Tapi jarang, percaya deh.

### **Nasib majalah sekarang**

Kita lihat di toko buku seperti di Gramedia memang masih banyak majalah yang
tersedia. Begitu juga dengan versi online dari majalah itu seperti di Scoop.
Namun saya kok takut kalau akhirnya majalah hanya tersedia di platform online.

Keunggulan pembaca majalah fisik akan tadi menjadi kenangan orang tua. Seperti
saya. Dimana generasi selanjutnya tidak tau apa itu majalah fisik.

Saya tidak mau itu, jadi saya masih membeli majalah fisik terutama yang saya
suka seperti _Autobild_ dan _What Hi-Fi?_.

Kalau kamu bagaimana?

Featured image: [UI Graphics Publication by Marina Yalanska for T U B I
K](https://dribbble.com/shots/2424180-UI-Graphics-Publication)



