# Intrusive Ads


###

> “Masak, kita yang bangun (jaringan) tapi mereka yang dapat uang. Kalau kita
> tidak invest kan OTT juga tidak dapat akses,”

* * *

Itu keluhan Presiden Direktur XL Axiata (waktu itu) Hasnul Suhaimi ketika
berbicara dalam Forum Indotelko di Balai Kartini, Jakarta (11/12/2014) dan
beberapa setelahnya oleh petinggi ‘pembangun jaringan’ terkait dengan OTT yang
dapat uang tapi pemilik jaringan ‘tidak mendapat apa-apa’

Terkait dengan _intrusive ads_ atau iklan yang menumpang ketika pelanggan
sedang browsing pada layanan OTT. Iklan tersebut ditampilkan karena
menggunakan pemilik jaringan internet yang pelanggan pakai.

Please jangan bilang ISP atau operator yang mengatakan dirinya ‘pembangun
jaringan’ tidak dapat apa-apa. Pelanggan itu membayar layanan data. Bukan
gratis. Kenapa sudah bayar tapi tetap ada iklan? Kurang uang nya? Kalau kurang
kok kasi harga segitu?

![daae414a5c87b421fded7e3509fe003a](https://i1.wp.com/104.199.202.96/wp-
content/uploads/2016/02/daae414a5c87b421fded7e3509fe003a.jpg?resize=1200%2C797)

#### Logika

Logika saya begini, saya punya jalan. Orang yang mau lewat jalan itu harus
bayar ke saya. Terserah dia mau naik sepeda motor, mobil, bus, atau bahkan
truk. Karena tergantung kendaraan yang dipakai bayarnya juga beda. Lalu, ada
pemakai jalan pilih naik bus. Untuk bisa naik bus itu pemakai jalan bayar ke
penyewaan bus. Sebagai pemilik jalan boleh dong lewat jalan saya asal bayar
sesuai tarif bus. Saya tidak mungkin protes ke pemakai bus itu bahwa bus itu
tidak boleh lewat karena saya tidak dapat apa-apa dari uang sewa bus itu. Apa
urusannya? Sudah bayar untuk jalan nya kok.

Kecuali jalan itu saya gratis kan. Boleh dong saya pasang iklan sepanjang
jalan yang saya punya. Atau minta bagian bila kendaraan yang lewat sewa dari
pihak lain.

Entah logika apa yang dipakai para ‘pembangun jaringan’ itu.

* * *

Sampai sekarang beberapa operator masih menerapkan _intrusive ads_ ini. Walau
ada beberapa yang mengatakan itu _optional_ , dalam arti bisa dihapus, tapi
ada pula yang menganggap itu hal wajar *ehem*Telkom*ehem*.

Bagaimana menurut teman? Silakan komentar atau mention saya di
[@devilpenakut](http://twitter.com/devilpenakut)



