# Indonesia dan Layanan Streaming Musik


Bangga, ketika musik-musik Indonesia bisa masuk ke layanan streaming musik
yang merupakan karya bangsa lain. [iTunes](http://www.apple.com/itunes/
"ITunes"), [Spotify](http://www.spotify.com/ "Spotify"),
[Deezer](http://www.deezer.com "Deezer"), [Guvera](https://www.guvera.com
"Guvera") bukan merupakan layanan musik yang berasal dari dalam negeri. Namun
banyak album dan single dari artis dalam negeri menampilkan karyanya disana.
Terakhir [Musikator](http://www.musikator.com/) berhasil menjalin [kerjasama
dengan Spotify](http://blog.musikator.com/post/79532156079/musikator-
bekerjasama-dengan-spotify) yang membuat karya dari
[Burgerkill](http://www.burgerkillofficial.com/ "Burgerkill"), Seringai, Pure
Saturday, atau Endank Soekamti bisa didengarkan dimana saja dan tidak perlu
menggantungkan dari layanan aneh bernama RBT.

Namun, tidak semuanya sadar, masih ada artis yang karyanya enggan dimasukkan
ke layanan musik digital ini dan menggantungkan pada penjualan album fisik dan
*ehem* RBT. Kenapa begitu?

## Layanan Streaming Musik Tidak Meyakinkan

Iya, dulu. Sekarang sudah berubah, layanan digital dibuat sedemikian rupa
sehingga susah untuk orang ‘membajak’ hasil karya digital itu. Kecuali orang
itu niat banget buat merekam dari layanan online lalu disimpan dalam format
digital -dimana sama dengan mendengarkan dari radio dan direkam. Penghasilan
artis dari penjualan di ranah digital dari berbagai survei terus naik, jadi
kenapa tidak yakin?

## Tidak Ada Akses ke Layanan Digital

Ada akses atau tidak itu tergantung pada kemauan untuk mencari. Toh seperti
Musikator yang bukan label seperti Sony Music/Universal/Warner saja bisa masuk
ke Spotify. Bahkan sebenarnya artis perseorangan pun bisa masuk ke layanan
digital ini dengan menggunakan aggregator ([contohnya untuk
Spotify](http://www.spotifyartists.com/guides/#list-of-aggregators)) yang akan
mengurus segala sesuatu hingga musik itu bisa dinikmati di layanan digital.

## Penghasilan Akan Berkurang

Jaman berubah. Akhirnya penjualan fisik juga akan berkurang. Tidak ada
salahnya mendapatkan hasil sedikit sekarang daripada tidak dapat apa-apa
nantinya. Seperti yang telah saya sebutkan tadi, penghasilan dari digital
terus meningkat, dengan doa dan pelet pasti penghasilan akan meningkat lagi.

## Tidak Ada yang Mendengarkan

Mungkin Spotify belum mempunyai banyak pengguna disini, namun disini sudah ada
Deezer, Guvera dan jangan lupakan Melon nya Telkom. Pengguna sudah mulai
berkembang. Saat ini dalam tahap sedikit yang mendengarkan melalui streaming.
Tapi nanti? Bakal banyak, siapa sih yang ngga mau denger musik dengan cara
yang mudah?

Alasan-alasan tadi jika dilihat lebih merupakan keengganan artis untuk
mendapatkan pasar yang lebih luas dengan sedikit usaha. Saya sebagai pendengar
hanya bisa menyarankan orang untuk mau mendengarkan melalui layanan streaming.
Tapi jika setelah yang saya ajak itu mau untuk menghargai artis mereka dengan
tidak download bajakan namun lagu yang mereka cari tidak ada, itu sudah
tanggung jawab artis.





