J-Walk Jogja, menyiksa

(Power over you by Maxime Gé)

Pendukung suskesnya mall adalah lokasi dan tenant yang mengisi. Ketika kedua itu tidak optimal maka mall itu biasanya tidak optimal juga. Nah bagaimana kalau lokasi dan tenant tidak ada yang mengisi? Mati.

Itu yang terjadi di J-Walk. Salah satu mall yang sangat berusaha untuk bisa hidup di kota Jogja yang sudah penuh dengan mall. Apalagi di Jogja ada mall yang mempopulerkan sebagai mall terbesar di DIY dan Jawa Tengah, Hartono Mall.

Dianggap mempunyai lokasi bagus sebagai pusat mahasiswa (ada dua tempat kuliah besar Universitas Atma Jaya dan STIE YKPN) Jwalk diharapkan sebagai pusat hiburan untuk anak-anak mahasiswa. Tapi apa daya tenant belum tertarik untuk masuk kesana.

https://goo.gl/photos/euhnj6K6QAphKSzKA

Jaringan bioskop CGV Blitz yang pertama masuk kesitu sebagai trigger keramaian. Aneh, biasanya sebagai trigger mall adalah pusat perbelanjaan atau hipermarket. Namun mungkin J-Walk belum menarik dua tenant yang biasanya menyewa ruangan besar dan menarik pengunjung itu. Oke, mungkin J-Walk benar-benar menyasar pasar untuk anak muda sehingga tenant perbelanjaan dan hipermarket dianggap terlalu ‘tua’.

Namun kemudian J-Walk membuat masalah baru.

https://goo.gl/photos/1snvM9MM339koPe28

Lift ini, cuma bisa mengantar pengunjung yang kebanyakan menuju Blitz sebagai trigger keramaian hanya sampai lantai dasar. Iya, Blitz masih 3 lantai lagi. Jwalk memaksa pengunjung untuk naik elevator yang kemungkinan untuk lebih bisa ‘memperkenalkan’ tenant lain.

Tujuan yang mulia bagi tenant dan J-Walk namun menyiksa bagi pengunjung. Elevator yang berjalan itu terletak di bagian timur, sedang lift berada dibagian tengah, elevator terakhir ke lantai Blitz adalah disebelah barat dan Blitz sendiri di bagian timur.

https://goo.gl/photos/MY8yyuTLbqguoJDQ9

Jadi alur pengunjung kalau lewat lift adalah keluar lift, jalan ke arah timur, naik elevator 2 lantai, jalan ke arah barat, naik ke lantai 3 lalu jalan lagi ke arah timur. Berasa muter-muter nya ngga?

Kalau lift itu bisa sampai lantai 3 pengunjung hanya tinggal keluar lift lalu jalan ke arah timur. Simpel kan?

https://goo.gl/photos/RaznU8aEqVySMznh8

Menurut saya J-Walk harus nya tidak berambisi dulu dengan mengisi tenant besar. Namun bisa dengan mengisi jajanan-jajanan anak muda yang mengundang keramaian dan membuat mall itu hidup.

https://goo.gl/photos/BfZrSWcYNKp3uQae8

Ada bagian mall yang terbuka yang sebenarnya menarik untuk dijadikan tempat berkumpulnya anak-anak mahasiswa/i. Tempat tenant yang belum terisi bisa lebih dipromosikan untuk diisi tenant sementara seperti yang dilakukan oleh Lippo Plaza. Mungkin juga bisa memasukkan pedagang kaki lima ke dalam mall namun dengan konsep tertata.

Cara-cara lebih manusiawi bisa menarik lebih banyak pengunjung daripada menyiksanya.


update:

Ternyata konsep memasukkan tenant sementara dilakukan juga oleh J-Walk!

http://www.krjogja.com/web/news/read/300296/berburu_produk_umkm_di_j_walk

 

Leave a Reply

%d bloggers like this: