Review Audio-Technica ATH-CLR100iS, murah tidak murahan

Earphone in-ear ini saya dapatkan di JD.ID karena tertarik dengan merek dan harganya. Saat beli ada promo menggunakan aplikasi ponsel JD menjadi hanya sekitar 89 ribu dari 299 ribu menurut JD. Harga wajarnya ada 100rb-an. Maka walau harga aslinya tidak harga sebenarnya namun tetap saja harga akhirnya lebih murah dibanding harga pasaran. Ditambah melihat beberapa review di website dan product review nya di Amazon akhirnya saya memilih untuk mengambil earphone ini.

Pengiriman melalui kurir JD sendiri memakan waktu 4 hari sampai ketangan saya. Karena gratis ongkos kirim ya ngga bisa meminta lebih.
Barang yang saya terima menurut saya bukan audio-technica abal-abal. Karena ada logo hologram Axindo yang merupakan distributor resmi-nya di Indonesia. Kemasan juga dalam keadaan bagus, masih tersegel rapi.
Berikut penjelasan yang didapat dari website resminya tentang earphone ini:
Headphone in-ear ATH-CLR100iS SonicFuel® memberi Anda suara yang hebat dengan desain yang memudahkan dalam perjalanan dan mencakup tombol mic dan kontrol in-line. Driver 8,5 mm memberikan reproduksi suara yang jernih dengan kedalaman dan detail yang luar biasa. Plus, dengan desain ear-fit Audio-Technica dan tiga ukuran (S / M / L) dari eartips untuk dipilih, Anda akan menikmati kenyamanan jangka panjang dan isolasi suara yang luar biasa.
Kabel ini dilengkapi mikrofon dan mikrofon in-line yang memungkinkan Anda menjawab panggilan dan menangani pemutaran (memutar, jeda, maju cepat, mundur, trek berikutnya / sebelumnya) musik dan video pada ponsel cerdas dan perangkat portabel lainnya, termasuk perangkat iOS.
Type
Dynamic
Driver Diameter
8.5 mm
Frequency Response
20 25,000 Hz
Maximum Input Power
20 mW
Sensitivity
103 dB/mW
Impedance
16 ohms
Weight
3.4 g (0.1 oz)
Cable
1.2 m (3.9′) Y-type
Connector
3.5 mm (1/8″) stereo mini-plug
Accessories Included
Eartips (S/M/L)
Type (Microphone)
Condenser
Sensitivity (Microphone)
-44 dB (0 dB=1 V/Pa, 1 kHz)
Frequency Response (Microphone)
100 10,000 Hz
Polar Pattern (Microphone)
Omnidirectional
Berikut tampilan packaging-nya:

Bagian depan

Bagian belakang

Tentang suara

Sebelumnya saya pakai Panasonic RP-HJE125E dengan tipe in-ear juga. Saya suka tipe in-ear karena tidak bikin sakit tulang telinga dan tidak mudah lepas. Selain itu dari sisi suara juga lebih isolate untuk suara luar (tanpa noise-cancelling) dan suara bass yang lebih kerasa.
Dibandingkan dengan Panasonic saya sebelumnya, ATH ini berasa lebih baik arah atas-nya (treble). Panasonic tidak kalah kuat di bass namun kurang di treble. Saya juga merasa suara di ATH lebih lebar sehingga suara surround lebih terasa. Walaupun dispek tidak ada perbedaan jauh. Perbedaan lain adalah suara yang keluar dengan sumber volume yang sama berasa lebih tinggi.
Tes suara saya lakukan di ponsel Samsung Galaxy S7.

Bentuk cenderung lurus

Fisik

Dalam hal fisik, untuk Panasonic saya memakai eartips yang paling kecil (S), namun untuk ATH ini saya menggunakan eartips yang M. Walau ketika saya bandingkan secara langsung memang ukuran milik ATH lebih besar, namun ternyata ketika digunakan saya merasa tidak ada beda dengan ukuran eartips Panasonic yang secara fisik lebih kecil.
Keduanya menggunakan bahan plastik. Memang tidak terasa mewah bila menggunakan bakan metal namun saya suka karena ringan. Bahkan ATH ini lebih ringan dibandingkan dengan Panasonic saya sebelumnya yang sama-sama berbahan plastik.
Untuk bentuk nya saya suka dengan bentuk Panasonic yang lebih mengikat mengikuti bentuk telinga dalam karena untuk ATH ini mempunyai bentuk yang lurus menonjol keluar.

Panasonic dengan bentuk membelok


Kesimpulan

Audio-Technica ATH-CLR100iS ini earphone cukup lumayan untuk harga yang tidak mahal. Cocok untuk penyuka suara yang merata cenderung tinggi. Apalagi dipajang dengan merek Audio-Technica yang terkenal. Jauh lebih baik daripada menggunakan earphone bawaan ponsel.

Leave a Reply

%d bloggers like this: