Membuat Pasar Kranggan lebih baik

Pasar Kranggan Yogyakarta
Portal kota terlengkap yang menyediakan informasi terbaru hotel restauran universitas tempat wisata serta objek menarik…gudeg.net

Pasar ini masih baru saja direnovasi untuk lebih memberikan kenyamanan bagi pedagang dan pengunjung. Namun sayang. Tanpa pengelolaan yang benar dan disiplin, kelakuan pedagang dan pengunjung yang semena-mena membuat pasar ini kembali kumuh.

Pasar Kranggan, Yogyakarta. Pasar yang cukup besar terletak ditengah kota. Dekat dengan Tugu, dekat dengan Malioboro. Sebagai salah satu pasar utama untuk kulakan menjadikan pasar ini selalu ramai dipagi hari.

 

Dengan segala keriuhan perdagangan pemandangan kotor, tidak tertata dan bau menjadi pemandangan biasa. Hal yang sebenarnya menjadi tujuan utama pasar ini direnovasi beberapa waktu lalu.

Pasar tradisional walau dengan bentuk kotor dan bau masih saja menjadi tujuan utama untuk berbelanja. Bagaimana bila pasar tersebut menjadi bersih dan tertata? Potensi yang sangat besar bukan?

Menurut saya inti dari hal tersebut adalah pengelola pasarnya. Pedagang dan pembeli bisa dianggap hampir tidak memikirkan. Ya, memang begitulah perilakunya, tidak bisa di kontrol. Namun untuk melakukan kontrol dengan peraturan dan tindakan sangatlah gampang. Tapi mau tidak pengelola pasar melakukannya?

Kerapian pedagang bisa dicapai dengan peraturan batas-batas yang jelas area berdagangnya. Melanggar, kena denda. Kebersihan dari pedagang juga begitu, bila ternyata ada sampah disekitar area berdagang maka bisa kena denda. Dimana itu harus dilakukan secara terus menerus. Bukan sebentar saja lalu dilupakan.

Bagi pengunjung juga sama buang sampah sembarangan bisa kena denda, untuk memudahkan pengawasan bisa menggunakan CCTV atau dengan penempatan petugas.

Kebersihan bisa dibantu oleh tenaga kebersihan pihak ketiga, apabila tenaga kebersihan pengelola tidak mampu untuk mengatasi. Anggaran bisa diusulkan ke pemerintah atau dengan iuran pedagang.

Semua itu tidak akan terwujud kalau pengelola acuh terhadap hal itu. Mungkin dengan alasan, ah gini aja pengunjung dan pedagang sudah nyaman kok, ngapain dibuat bersih?. Selain itu apakah pemerintah kota juga membiarkan pasar tradisional begitu-begitu saja, lalu menolak pendirian pasar modern?


Betul tidak? Coba pendapat kamu bagaimana? mention ke Twitter saya juga.

Leave a Reply

%d bloggers like this: